<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241</id><updated>2011-04-21T14:15:35.439-07:00</updated><title type='text'>semoga arif dan rahman</title><subtitle type='html'>mencintai dan mengabdi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-6287641512980679301</id><published>2007-03-01T18:40:00.000-08:00</published><updated>2007-03-01T18:43:37.415-08:00</updated><title type='text'>guru</title><content type='html'>Kisah ini terjadi kira-kira sebulan yang lalu.&lt;br /&gt;Perjalanan pulang dari bursa buku braga, tinggal berdua.saya dan Kamal. Diatas angkot kalapa dago. Angkot berhenti sembarangan,  menutupi jalan masuk kendaraan ke optic melaway. Saya kesal. Supir ini ngasal.&lt;br /&gt;Kesal saya diperhatikan Tuhan , mobil patroli polisi lewat dan didepan angkot mereka merapat (sepertinya ini bukan karena Tuhan memperhatikan kesal saya saja, disitu banyak pihak terlibat dan Tuhan selalu memberi perhatian sekecil apapun untuk semua pihak).&lt;br /&gt;Saya senang. Dalam angan saya, akhirnya Pak supir mendapat pelajaran yang baik, semoga jadi jera. Tapi apa daya, pelajarannya ternyata buruk. Si supir menghampiri jendela, menghadap gurunya. Dan dengan musyawarah mufakat serta suasana kekeluargaan yang terlalu diagungkan…kasus dan pelajaran hidup ini ditutup. Polisi-polisi itu gagal menjadi guru. Dan si supir tak kunjung memperoleh pelajaran yang (mungkin dianugrahkan Tuhan untuk) pantas ia terima. Tapi begitupun ia senang-senang saja. Ah, akhirnya jadi buruk begini. Kedua pihak ini jadi pecundang dan penjahatnya.&lt;br /&gt;Di imajinasiku yang terjauh , aku berharap kaset kehidupanku sore itu memutar film dengan actor dan latar yang sama, tapi plot ceritanya harus beda. Pak polisi memberi pelajaran berharga dengan menyuruh sopir tadi membantunya menertibkan lalu lintas barang sejam. Dengan perjanjian kalau hal ini terulang, pelajaran akan ditingkatkan ( mungkin angkotnya sudah layak ditahan puluhan jam ). Harapannya sang sopir tidak melakukan lagi pelanggaran dengan sengaja. Di film hidup hayalanku, semua tokoh jadi pemeran protagonist. Polisi kebanggaan menjadi guru, sang sopir pekerja keras yang khilaf menjadi orang yang belajar dari kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk diri, harapanku, apapun profesiku nanti..aku bisa menempatkan diri sebagai guru. Guru yang disetiap kondisi bisa mengambil dan menularkan hikmah. Minimal guru untuk diri sendiri ( kalau kata pak andreas harefa namanya ini pembelajar).&lt;br /&gt;Ya Allah dengarkanlah hambamu. Rahmatilah aku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-6287641512980679301?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/6287641512980679301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=6287641512980679301&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/6287641512980679301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/6287641512980679301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2007/03/guru.html' title='guru'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-116575750073240474</id><published>2006-12-10T05:31:00.000-08:00</published><updated>2006-12-10T05:31:40.756-08:00</updated><title type='text'>au</title><content type='html'>kapan aku menulis lagi???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-116575750073240474?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/116575750073240474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=116575750073240474&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/116575750073240474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/116575750073240474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2006/12/au.html' title='au'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-115182502649256495</id><published>2006-07-01T23:51:00.000-07:00</published><updated>2006-07-02T00:26:13.210-07:00</updated><title type='text'>Oleh - Oleh KP ( PKL ? ) BI</title><content type='html'>kalau ditanya tentang pertanggung jawaban KP saya selama ini saya cukup minder juga. udah waktunya cuma 15 hari. bolos 2 hari ( karena ikut seminar PSKE ) . telat sekali. izin dua kali . plus ga terlalu banyak bisa nerapin ilmu ti di bi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tp namanya pengalaman... kurang afdol rasanya kalo disimpan sendiriran. bahkan untuk pengalaman yang satu ini, yang menurut saya gak bisa dibilang membanggakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi begini hidup saya selama kurang lebih 15 hari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mandi pukul 6.10 pagi..&lt;br /&gt;keluar kosan bareng kamal, beli gorengan pukul 6.35 pagi...&lt;br /&gt;nyampe BI pukul 7.00 pagi..ngabsen..&lt;br /&gt;baca koran dengan tema piala dunia, pro kontra u-n, pembunuhan 3 orang anak oleh ibu sendiri, demo kanan kiri....kira2 ampe pukul 8 pagi..&lt;br /&gt;pulang pukul 4.20 sore..&lt;br /&gt;nyampe kosan pukul 5.20..&lt;br /&gt;nonton gocek 5.30 sore, sambil makan nasi bungkus padang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang dikerjakan apa saja ?&lt;br /&gt;input data Survey Kegiatan Dunia Usaha&lt;br /&gt;fotokopy&lt;br /&gt;bungkus2 souvenir&lt;br /&gt;input data buku di perpustakaan&lt;br /&gt;ngebantuin petugas perpustakaan untuk printscreen n ngesave data ke disket :p&lt;br /&gt;bikin tulisan tentang " Perkembangan Dunia Pariswisata Sejarah di Kota Bandung"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semuanya diselingi jalan2 , obrolan simpang siur, keluhan2, celaan2 , kejadian2 lucu, nyebalin.. saya bareng pa Kamal&lt;br /&gt;tentang UN, tentang luapan lumpur panas, pak Harto, MTI, Comlabs, satpam yang galaknya milih2, saya yang dipanggil turun tiga lantai unuk ngesave data ke disket, jalan hidup ( saya yang benefit, kamal yang profit ..oriented ) sampai ke cita2 hidup...( sukur aja KPnya barengan ma Kamal, jd ga terlalu ngebosenin)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt;ternyatabekerja itu sulit..&lt;br /&gt;bukan hanya tentang pekerjaannya...tapi bagaimana kita bersikap dan menentukan pilihan menghadapi segala sesuatunya...&lt;br /&gt;lebih jauh lagi... bagaimana kita terus mempertahankan cita2 dan menarik pelajaran dari setiap yang kita lakukan...&lt;br /&gt;--------------------&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;dan sekarang semakin bersyukur diberi kesempatan banyak berinteraksi dan belajar dari banyak orang hebat&lt;/em&gt;&lt;em&gt;..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;terutama mti..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;semoga 1,5 tahun kedepan saya siap menghadapinya..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;amin.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-115182502649256495?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/115182502649256495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=115182502649256495&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/115182502649256495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/115182502649256495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2006/07/oleh-oleh-kp-pkl-bi.html' title='Oleh - Oleh KP ( PKL ? ) BI'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-115182306325862799</id><published>2006-07-01T23:39:00.000-07:00</published><updated>2006-07-01T23:51:03.276-07:00</updated><title type='text'>memo</title><content type='html'>pesan singkat dari umi..beberapa hari sebelum aku berangkat ke bandung untuk kuliah di itb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selalu lihat keatas rif, biar kau selalu termotivasi mewujudkan mimpi mu. jangan mau kalah dari orang diatasmu.&lt;br /&gt;tapi jangan pernah lupa melihat kebawah.biar rasa syukur itu selalu ada padamu.kau sadar dari mana asalmu.dan selalu membantu orang lemah disekitarmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;saya yang sedang rindu suasana sore di ruang tamu rumah, sambil diskusi dengan umi tercinta. kangen mi...&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-115182306325862799?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/115182306325862799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=115182306325862799&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/115182306325862799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/115182306325862799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2006/07/memo.html' title='memo'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-114215242728606496</id><published>2006-03-12T00:17:00.000-08:00</published><updated>2006-03-12T00:55:51.976-08:00</updated><title type='text'>kepercayaan</title><content type='html'>berawal dari kepercayaan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepercayaan yang ( saat jadi peserta PPAB ) saya investasikan untuk MTI ... kepercayaan bahwa di MTI lah saya bisa menemukan wadah diskusi, mengembangkan diri sambil tetap bisa dengan gembira beristirahat dan rekreasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang hampir dua tahun genap saya ada di MTI... dengan segala lika-likunya..dengan segala ceria dan harunya..bahkan dengan kedongkolan dan keluh kesah yang mengiringinya... kepercayaan itu bagi saya , semakin nyata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya percaya benar bahwa saya masih bisa menjadi orang yang lebih bermanfaat... lebih bermakna...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berawal dari kepercayaan...&lt;br /&gt;berproses bersama kepercayaan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-114215242728606496?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/114215242728606496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=114215242728606496&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/114215242728606496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/114215242728606496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2006/03/kepercayaan.html' title='kepercayaan'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-114122859976933684</id><published>2006-03-01T07:32:00.001-08:00</published><updated>2006-03-01T08:01:02.143-08:00</updated><title type='text'>lucu</title><content type='html'>lucu liat lingkungan sekitar akhir2 ini ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lucu ngeliat teman2 berkompetisi(beraman sendiri?) cepat2 dan atau banyak2an nulis part otomasi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lucu ngeliat kelas yang ber "ckckckckck" karena mahasiswa ngejawab pertanyaan seorang dosen TI..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lucu ngeliat dosen ninggalin kelas karena ga ada yg ngaku hpnya berbunyi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lucu ngeliat praktek "anda tahu sendiri" ada di tata usaha program studi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lucu saat sadar saya terjebak dibudaya2 ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lucu yang keucuannya ini nggak pantes dinikmati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mulai besok, nggak mau ah lucu2an lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;janji!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-114122859976933684?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/114122859976933684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=114122859976933684&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/114122859976933684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/114122859976933684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2006/03/lucu.html' title='lucu'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-113897052174100897</id><published>2006-02-03T04:22:00.000-08:00</published><updated>2006-02-03T04:55:54.160-08:00</updated><title type='text'>jin ifrit itu....</title><content type='html'>ketipu...&lt;br /&gt;itu yang saya rasakan...&lt;br /&gt;sialnya ketipunya oleh diori sendiri...persepsi pribadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sial banget.... kiranya hati memperoleh pengalaman aneh bin ajaib ( ngeliat foto jin!)... eh ternyata "cuma" manusia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi ceritanya gini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-magrib...dikamar kos sendirian..tidak ada kerjaan maka akupun memutuskan untuk melihat2 foto2 di komputer-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto yang pertama kali dilihat adalah foto2 kulker2003 kemaren...biasa aja...bosen...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beralih ke foto2 waktu ngospek dulu...mulai dari foto saat simulasi panitia ( pertama kali ngedanlap ) sampai ke foto2 waktu tmen2 laen pada survey massal ke tempat pelantikan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tibalah saat dimana saya melihat foto il mare ( sang mare ) sedang berpose di depan pintu masuk goa belanda...tiba2 saya melihat ada seonggok sosok aneh di belakangnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bentuknya mirip manusia...bedanya muka n seluruh tubuhnya hitam...( seperti ) memakai jubah hitam...mata merah..berkuping rada lonjong dan runcing...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kacau si mare...ini apa ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;ngesms  mare , nggak dapet jawaban...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasa penasaran tak tertahankan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-esoknya -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nanya perihal ini ke narso ( a.k.a arte), katanya mare fotto sendirian...tapi dia mau ngeliat untuk mastiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-esoknya esok -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;narso kekosan..&lt;br /&gt;ngeliat foto...&lt;br /&gt;ternyata itu memang bapak2 yg selalu nungguin goa belanda...&lt;br /&gt;waktu itu saat anak2 foto2 beliau emang anteng berdiri n diem2 aja..&lt;br /&gt;kebetulan aja semua bajunya hitam2...&lt;br /&gt;kalau jubahnya yg item narso juga lupa...itu jaket atau jubah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sialan...anti klimaks...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cuma bisa diam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa suara keluar kamar....&lt;br /&gt;menertwakan tololnya diri...hihihihihihihhiiiiii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hikmah : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. berdasarkan pengalaman... jin tidak bisa memperlihatkan diri( apalagi  melakukan hal2 aneh seperti di film atau sinetron2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  mata bisa menipu kawan....apalagi cara pandang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-113897052174100897?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/113897052174100897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=113897052174100897&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113897052174100897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113897052174100897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2006/02/jin-ifrit-itu.html' title='jin ifrit itu....'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-113836638516231862</id><published>2006-01-27T04:46:00.000-08:00</published><updated>2006-01-27T05:00:28.306-08:00</updated><title type='text'>jet lee</title><content type='html'>"hidup bukan hanya tentang diri sendiri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jet Lee - Fearless&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;ungkapan yang cocok untuk diri yang sedang egois&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-113836638516231862?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/113836638516231862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=113836638516231862&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113836638516231862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113836638516231862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2006/01/jet-lee.html' title='jet lee'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-113561447174817768</id><published>2005-12-26T08:27:00.000-08:00</published><updated>2005-12-26T08:27:51.746-08:00</updated><title type='text'>ANCUR</title><content type='html'>Kamar kos.&lt;br /&gt;Sore.&lt;br /&gt;26 Desember 2005 pukul 17.30 WIB.&lt;br /&gt;Salah satu Stasiun Televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda Aceh.&lt;br /&gt;Barak Pengunsi&lt;br /&gt;Ada seorang janda korban tsunami. Satu tahun tinggal dibarak pengungsi. Bekas rumahnya terendam air, jadi rawa. Ia belum mendapat rumah. Ia belum mampu menyediakan tanah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta.&lt;br /&gt;Ruang Sidang Wakil Rakyat&lt;br /&gt;Ada pelayan sijanda yang dengan bangga menyebut dirinya wakil rakyat. Baru saja pulang pesiar dari Mesir. Menghabiskan dana majikan ratusan juta. Dalihnya meninjau RUU Perjudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah..&lt;br /&gt;kumenangis&lt;br /&gt;seadanya&lt;br /&gt;sekuat tenaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudaaaaaaaaaaaaaahhllllaaaaahhhhhhhhh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau memang&lt;br /&gt;setan alas&lt;br /&gt;nggak punya perasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANCUR !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doaku ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( lanjutkan sendiri lagu Iwan Fals-nya )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-113561447174817768?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/113561447174817768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=113561447174817768&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113561447174817768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113561447174817768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/12/ancur.html' title='ANCUR'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-113561420173970016</id><published>2005-12-26T08:18:00.000-08:00</published><updated>2005-12-26T08:23:21.780-08:00</updated><title type='text'>tentang kita</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt; Tentang Kita&lt;br /&gt;                                                                                                                       &lt;br /&gt;Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan.&lt;br /&gt;( Rendra )&lt;br /&gt;            Waktu itu hari Minggu , 4 Desember 2005, waktu hampir menujukkan pukul 5, langit diatas Sabuga mendung. Diatas panggung Pure Saturday telah membawakan 2-3 lagu, disaat jeda sang vokalis mencoba berinteraksi dengan penonton :&lt;br /&gt;“ Yang anak ITB ngacung donk ? “&lt;br /&gt;“Wah , kok malu- malu ? “&lt;br /&gt;Serentak, beberapa mahasiswa ITB mengacungkan tangan.&lt;br /&gt;“ Wah hebat lu anak-anak ITB “ ( sedikit sinis )&lt;br /&gt;“ Dulu gw juga anak ITB, waktu pertama masuk dah diajarin congkak . pake sambutan spanduk dari rektor ITB ‘ Selamat datang putra-putri terbaik bangsa ‘. Kalian jangan kayak gitu, ke ITB belajar congkak “&lt;br /&gt;            Kalian jangan kaya gitu, ke ITB belajar congkak . nasihat sinis yang berharga,&lt;br /&gt;            Dulu, waktu masih SLTP dan SMA pengen betul rasanya jadi mahasiswa. Bangga benar, karena nama mahasiswa itu sendiri telah lebih dulu diharumkan oleh kader-kader terbaiknya. Soekarno, Hatta, Syahrir, Adam Malik, Arif Rahman Hakim, Soe Hok Gie, Hariman Siregar, Fajrul Rahman sampai Rama Pratama, semua telah menorehkan tinta emas bagi bangsanya.&lt;br /&gt;            Namun sekarang ini, setelah jadi mahasiswa itu sendiri. Saya malah merasakan nilai-nilai kepahlawanan dan semangat pengabdian itu tidak lagi diperhatikan dikampus ini ( selain pendidikan dan penelitian, kita punya dharma untuk melakukan pengabdian masyarakat ). Yang sangat kental  saya rasakan sebagai mahasiswa ITB adalah semangat membanggakan dan eksklusifisme. Tidak tanggung-tanggung hal ini dapat kita lihat di hampir dikesemua sisi kehidupan. Arogansi itu dimulai saat pertama masuk ke kampus Ganesha Sepuluh ini, dipertajam dibangku-bangku kuliah dan di lingkup himpunan. Kita belajar arogan tak hanya kepada dunia luar, tetapi pada tetangga di dalam. Arogan yang bukan bangga. Karena ada unsur memandang rendah dan menindas pihak yang dianggap lemah.&lt;br /&gt;            Selamat datang putra-putri terbaik bangsa. Sebagai terbaik bangsa, seharusnya kita juga sadar atau disadarkan akan posisi kita sebagai penanggung jawab terbesar bangsa . Kita disubsidi oleh negara. Tidak main-main jumlahnya. Bahkan rakyat yang kelaparan pun pajaknya mungkin masuk ke rekening ITB, untuk meringankan beban uang kuliah kita.&lt;br /&gt;            Dulu waktu Soekarno di Technische Hugeschool, Hatta ke Belanda, beliau insyaf betul posisinya sebagai penanggung jawab terbesar bangsa. Sebagai kaum cerdik cendikia merekalah yang akan memegang masa depan Indonesia ( Hindia Belanda) .Mereka sadar akan hal itu, karenanya dengan insyaf mereka beraktivitas di kelompok-kelompok mahasiswa perjuangan, melakukan aliansi, mempelajari kultur budaya bangsa , mengembangkan diri, bedebat sampai diplomasi , belajar hukum hingga filsafat – walaupun hal ini tidak termasuk mata kuliahnya. &lt;br /&gt;Pendidikan –terutama diinstitut ini- tidak hanya sebagai sarana pembebasan dari kungkungan pikiran, lebih dari itu ia juga merupakan instrumen terpenting perubahan sosial. Sekarang, alih-alih instrumen perubahan sosial, pendidikan kering inspirasi yang kita rasakan di ITB pun tidak lagi jadi sarana pembebasan pikiran. Terbukti, banyak dari kita begitu masuk ITB malah jadi arogan, berpikiran sempit, dan tidak peka pada permasalahan masyarakat.&lt;br /&gt;Pengajaran di ITB tidak mengajarkan kita -penanggung jawab terbesar bangsa- untuk berfikir cerdas, inovatif, kreatif dan terutama tepat guna . Ilmu pengetahuan bulat-bulat di telan dari Barat dan Jepang, tanpa mempertimbangkan kebutuhan utama kita sebagai bangsa. Lihatlah saya, calon sarjana Teknik Industri dicekoki segala macam ilmu yang berdoktrin efesiensi dan efektifiktas. Tidak salah. Yang saya rasa keliru adalah saat semua ilmu yang saya pelajari itu -secara sengaja atau tidak - diarahkan untuk perbaikan perusahaan-perusahaan besar saja,  perusahaan asing bila perlu. Ujung-ujungnya pendidikan ini digunakan untuk kepentingan konglomerasi, bukan untuk memberdayakan rakyat kecil. Menjadi babu di MNC diperlihatkan lebih membanggakan dibandingkan menjadi bos di perusahaan kecil milik sendiri. Menjadi juara desain mobil sedan sport diperlihatkan lebih prestisius dibandingkan juara desain mesin murah penggiling padi. Kita sebagai bangsa yang 60 tahun merdeka latah dengan pesatnya perkembangan teknologi negara-negara maju dan berusaha keras mengejarnya. Teknologi pesawat, satelit, handpone, dan segudang teknologi canggih lainnya terus berusaha kita adopsi. Namun teknologi pertanian dan perikanan yang menjadi aset terbesar mayoritas rakyat Indonesia tidak pernah kita perhatikan.&lt;br /&gt;Dalam kuliah yang berbasis kompetensi ini kita diajarkan hanyalah peningkatan kemapuan untuk ” mengamankan diri ”. Kita harus belajar, masuk Lab, dapat IPK bagus biar bisa kerja , berkarir bagus dan bergaji tinggi, karena dunia kapitalis saat ini menuntut kompetensi tinggi untuk menyikut saingan dan menyelamatkan diri .Kenapa harus bersaing kalau bisa bersimbiosis?.  Mahasiswa dikampus ini terus dimesinkan, terus dikikis aspek manusianya, yang miskin.. yang homesick..yang broken home..yang..yang.. dengan IPK dibawah 1 dan mendapat nilai E lebih dari batas waktu harus meninggalkan pabrik ini. Bukan hanya itu, ditengah bolong-bolong perkuliahan di ITB. Akhir-akhir ini pihak petinggi institusi justru berusaha mematikan dunia kemahasiswaan. Modus operandinya masih yang lama :  memberi sanksi akademik bagi pemimpin organisasi kemahasiswaan dan memadatkan kurikulum kuliah, plusnya adalah pelarangan kaderisasi.&lt;br /&gt;Dunia kemahasiswaan kedepan diarahkan hanya untuk kegiatan keilmuan dan keprofesian. Kemahasiswaan kedepan adalah dunia yang mendukung sepenuhnya kita menjadi pekerja terhandal di perusahaan-perusahaan besar. Kajian yang ada hanya kajian terkait basis keilmuan. Pengembangan diri disempitkan berupa pelatihan menulis dan presentasi yang memudahkan dalam dunia kerja nanti. Kegiatan yang didukung adalah kegiatan berbasis keprofesian. Salah ? tidak. Kurang ? ia ! .&lt;br /&gt;  Kurang sekali. Karena saat ini banyak sekali mahasiswa yang alasan berkegiatannya  adalah agar terlihat aktif dan berpengalaman di CV. Pelatihan dan seminar yang diikuti visinya terbatas pada peningkatan potensi diri untuk memudahkan keterima kerja nanti. Karena banyak sekali mahasiswa pintar dari desa malah membawa kepintarannya kekota-kota besar, ke perusahaan-perusahaan bernama. Daerahnya yang terpencil dan tak terdidik serta merta ditinggalkan. Sekolah didesa yang dulu mengajarkannya menulis dan membaca dibiarkan rubuh, tanpa guru..tanpa buku. &lt;br /&gt;Kurang sekali. Karena kita sebagai mahasiswa harus terus disadarkan dan menyadari tentang realitas sosial . Memiliki kepedulian akan lingkungan sekitar. Berpikir dan berusaha lebih, karena kita diberi nikmat berlebih. Berusaha menjawab berbagai permasalahan bangsa, bukan melarikan diri dan cari selamat sendiri.&lt;br /&gt;Kita mahasiswa memilik banyak dunia, yang kesemuanya harus kita perankan dengan bijak sesuai porsi . Kita mahasiswa adalah pelajar yang harus menuntut ilmu di bangku kuliah dan laboratorium. Namun kita juga adalah aktivis yang harus mengembangkan diri dan memepuk keinsyafan dalam berorganisasi dan berkegiatan.&lt;br /&gt;Karena kita adalah penanggung jawab terbesar bangsa.&lt;br /&gt;Kita adalah pemilik sah masa depan Indonesia.&lt;br /&gt;Hidup Mahasiswa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu alam bis showab.&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu melindungi diri ku dari kebohongan dan kemunafikan.&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;                       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                &lt;br /&gt;                                                                                                                               Kamar Kos Pukul 22.55&lt;br /&gt;                                                                                                                                      23 Desember 2005&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-113561420173970016?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/113561420173970016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=113561420173970016&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113561420173970016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113561420173970016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/12/tentang-kita.html' title='tentang kita'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-113210840311628744</id><published>2005-11-15T06:32:00.000-08:00</published><updated>2005-11-15T19:08:15.826-08:00</updated><title type='text'>Keramahan di Sekitar Tangkuban</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Entah harus saya harus merasa bangga atau malu melihat bahasa persatuan kesayangan Indonesia yang didalamnya banyak terdapat kosa kata yang bermakna ganda( ambigu). Ambiguitas yang mungkin terjadi karena kosa kata bahasa yang belum juga kaya, atau mungkin sengaja diadakan sebagai sebagai cirikhas dan pembeda. Entahlah, apapun alasannya sampai pagi tadi saya takpernah pernah ambil pusing tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tiba-tiba malam ini ( saat menunggu playoff Piala Dunia ) otak saya terusik pada makna ganda, pastilah ada kejadian aneh yang menjatuhi saya. Kejadian yang membuat saya tertarik pada kata : keramahan. Kejadian yang berlangsung tadi ( sepanjang hari ) sepanjang hari saat kami -saya, Erick dan Anto- berjalan ke Tangkuban Parahu. Perjalanan yang banyak memberi pengalaman. Salah empatnya terkait dengan keramahan. Keramahan yang saya pikir mencerminkan perilaku ramah mayoritas masyarakat kita. Satu hari, satu perjalanan, empat pemaknaan keramahan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keramahan pertama terjadi di setengah perjalanan menuju gunung Tangkuban Parahu dari pintu masuk Jaya Giri . Dengan ramahnya, seorang bapak (umur hampir 30) dengan mata dan gesture tubuh yang pantas untuk disebut mencurigakan mendatangi kami yang sedang asik berfoto, lantas beliau menyuguhi kami dengan deretan pertanyaan dan tawaran.&lt;br /&gt;“Adik dari mana?”&lt;br /&gt;”Ada berapa orang?”&lt;br /&gt;”O, bertiga saja?”&lt;br /&gt;”Kalau mau foto-foto lebih baik desebelah sana. Ada kawah baru yang bagus. Ayo saya tunjukkan ”.&lt;br /&gt;Saya dan teman-teman menolak dengan halus. Selain gayanya yang mencurigakan, kami juga tak percaya di tengah perjalanan penuh pinus kecil ada sesuatu yang disebutnya ” kawah baru”. Setelah ditolak halus, sibapak dengan ke-ramahan yang dipaksakan tetap mengajak kesana. Tanpa berkata-kata langsung kami tinggalkan ia ( maaf pak kalau berburuk sangka ). Penolakan ini terjadi karena saya dan teman2 memaknai keramahan beliau berasal dari keinginan mendapatkan uang dengan cara yang merugikan dan haram. Imbuhan ke-an pada kata dasar ramah dalam kondisi ini tidak lagi mencerminkan pengertian kata aktif ramah (berperilaku ramah ). Lebih dari itu, ianya bermakna hiperaktif ramah ( perilaku terlalu ramah). Selalu, terlalu itu berdekatan dengan keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keramahan kedua berselang beberapa menit dari yang pertama . Kami berjalan melewati rombongan para petani yang sedang makan besar. Tak disangka beberapa diantara mereka mengangkat dan menujukkan makanan sambil berkata ”A, tuang a’ ?”. Awalnya saya tidak mengerti apa maksud kata tuang yang di sebutkannya. Terbesit diotak saya &lt;em&gt;”mungkin mereka hendak melakukan pertunjukan menuang makanan”.&lt;/em&gt; Ternyata -setelah bertanya pada Anto- tuang itu bahasa sunda versi halusnya untuk dahar..... MAKAN!. Hahaha , menyadari hal itu sayapun menoleh kebelakang untuk memberi senyuman terbaik yang saya punya. Sebagai ucapan terima kasih dari saya atas tawaran ramah dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keramahan bapak-bapak ini bagi saya adalah keramahan intim – khas masyarakat desa - yang secara instan membuat hati bahagia. Keramahan yang bermula dari rasa ingin berbagi dengan sesama. Walau dengan orang yang baru dikenalnya. Walau makanan yang dibagi itu sebenarnya pas-pasan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keramahan selanjutnya hanya berselang 15 menit. Saat saya dengan malu-malu melakukan gerakan yang – sudah menjadi pemahaman umum- memiliki arti minta tumpangan. Mobil pertama penuh dan berlalu begitu saja. Yang kedua sama, penuh. Mobil ketiga nih... malu sudah tercampur ragu . Tapi, alhamdulillah, itu mobil berhenti. Sang isteri empunya mobil bertanya:&lt;br /&gt;” Mau keatas de? ”&lt;br /&gt;Pertanyaan menyejukkan yang langsung dengan serempak kami iyakan.&lt;br /&gt;”Ya udah, ikut aja di belakang”.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, lama perjalanan jadi berkurang. Dengan riangnya kami pun naik mobil, duduk dibelakang. Didalam, pemilik mobil tersebut dengan ramahnya bertanya.&lt;br /&gt;”Adik bertiga dari mana?”&lt;br /&gt;”Dari Bandung bu...kalau ibu sekeluarga dari Jakarta ya? (sebelum masuk saya lihat mobilnya bernomor polisi B )”&lt;br /&gt;” Nggak kok de, kami juga dari Bandung, Margahayu”&lt;br /&gt;”Ooo...”&lt;br /&gt;........&lt;br /&gt;” Adik bertiga jalan kakinya dari Bandung ya ? Wah, wah kuat sekali....hahaha”.&lt;br /&gt;Keramah-an kategori ini sebenarnya hampir mirip dengan keramahan kedua, latar belakang kemunculannya yang berbeda. Kalau yang kedua dari rasa ingin berbagi bahagia, kalau yang ini cenderung pada keinginan untuk membantu sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keramahan terakhir hari ini terjadi saat kami pulang dan ( lagi-lagi ) memohon tumpangan kepada pengendara mobil untuk turun menuju Lembang. Satu, dua, tiga mobil yang searah terus melaju. Entah dikesempatan keberapa, baru ada mobil yang melambat. Saya kira mereka hendak memberi tumpangan. Nyatanya yang ada hanya lambaian tangan nakal dari dua gadis yang duduk di belakang. Melihat hal ini, kami- saya, Anto dan Erick- kembali ramai ngobrolnya :&lt;br /&gt;” Ah, kirain ngasi tumpangan cuy! Taunya cuma ngegoda aja...”&lt;br /&gt;” Tetapi , beta kira itu mobil yang diatas tadi toh ? yang bamper depannya lepas ?”&lt;br /&gt;” Ia toh, ngana rasa juga begitu. Bisa bahaya itu orang didalam mobil . Ada kemungkinan itu bamper copot lagi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba – tiba, dibalik kelokan jalan, terdengar bunyi mobil berdecit keras diikuti suara rem mendadak. Tanpa aba-aba langsung kami berlari menuju arah suara. Seperti yang diduga, bamper depan mobil tersebut lepas lagi. Kali ini terjepit diantara roda depan. Dengan segera kami berusaha membantu melepaskannya . Dengan sedikit tarikan dan tendangan akhirnya benda celaka itu berhasil diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pun dilanjutkan. Tentu yang tadinya cuma ngobrol biasa - karena kejadian terakhir- berubah jadi obrolan yang menarik topiknya. Berkisar tentang gadis-gadis didalam mobil yang sexy penampilannya. Saudara Erick, seperti biasa, mulai membakar pembicaraan dengan teori konspirasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang asik-asiknya Erick memaparkan pemikirannya, tiba-tiba mobil tersebut berhenti sejenak menjajari kami. Pemuda yang nyetir , dan (tentu) ketiga gadis tersebut rupanya ingin mengucapkan terimakasih .&lt;br /&gt;” Terimakasih A’”, kata sang sopir.&lt;br /&gt;” Terimakasih yaaaaaaaa.... hihihi”&lt;br /&gt;” Daaddaaaaaaaaaaaa...”&lt;br /&gt;Ucapan terimakasih dan selamat tinggal yang ramah dari mereka. Apakah tindakan dan ucapan gadis-gadis ini terlalu ”ramah” , cenderung menggoda ?. Atau malah tanpa tendensi dan biasa saja ?. Jawabannya , ya... kembali kepada sudut pandang kita. Terserah saja. Hanya sepengertian saya, inilah jenis keramahan termutakhir hari ini. Keramahan yang bisa dan biasa menggoda kita, saya dan anda -para pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali keramahan-keramahan disekitar kita. Lengkap dengan versi baik buruknya. Keramahan yang selalu dipropagandakan pernah menjadi jati diri dan kebanggaan kita sebagai sebuah bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya ”Kita lebih suka versi yang mana?”. Saya kira mayoritas jawabannya akan sama. “ Kok sekarang lebih banyak versi yang tak di suka.....?Kenapa....?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sejak dulu semua jawaban pertanyaan kedua ini ada ditangan kita. Semua bergantung seberapa besar keinginan kita sebagai bagian dari bangsa untuk mengembalikan kebanggaannya. Cara kita menghargai dan berterima kasih pada keramahan-keramahan orang disekitar kita. Cara kita bersikap terhadap ketiadaan lapangan kerja, globalisasi, pergeseran dan invasi budaya, kurang mendidiknya media, kurang tauladan guru dan ulama, setan yang semakin merajalela dan sebagainya dan sebagainya....yang selalu.... jadi tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saya (dan anda ) bisa menjadi orang yang ramah. Semoga kita termasuk kedalam golongan kanan yang disebutkan dalam Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar serta berkasih sayang ) adalah golongan kanan. ( QS AL Balad : 18 )&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Kamar kos&lt;br /&gt;13 November 2005 pukul 00.45 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-113210840311628744?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/113210840311628744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=113210840311628744&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113210840311628744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113210840311628744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/11/keramahan-di-sekitar-tangkuban.html' title='Keramahan di Sekitar Tangkuban'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-113187516522245194</id><published>2005-11-13T01:44:00.000-08:00</published><updated>2005-11-15T01:41:04.763-08:00</updated><title type='text'>Mari Merenung</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bermula dari kehidupan SMU saya yang tidak biasa, manakala saat itu saya sudah merasakan hidup sebagai anak kos. Sebenarnya&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;hampir tidak ada yang istimewa dari kehidupan kos saat SMU dulu, senin sambai sabtu siang dilalui dengan kegiatan yang standar layaknya anak SMU lainnya. Bedanya adalah saat malam minggu sampai minggu pagi. Kalau anak seusia saya biasanya saat itu pacaran atau nongkrong dikafe ( terkadang saya melakukan hal ini juga) , saya sedikit beda. Kadang &lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;di malam minggu itu saya ngumpul bareng ”guru-guru” saya untuk sekedar maen Play Station ( WE tentu saja) , ngobrol-ngobrol sambil nongkrong di warung kopi, bercanda ketawa-ketawi sambil main gitar...(nyanyiannya gak jauh dari Iwan Fals, Slank, dan Nirvana) atau yang paling ekstrim main bola di tengah jalan Teuku Cik Ditiro ( depan SMU 1 Medan ) saat waktu menunjukkan pagi pukul dua.&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Guru-guru saya ini jangan dikira guru sekolahan atau orang pintar menurut persepsi masyarakat umumnya. Tidak, mereka jauh sekali dari hal itu, tapi tetap saya sebut guru karena hakikatnya guru, kepada saya mereka banyak memberi pengetahuan dan nasihat berharga ( sayangnya kadang tidak diamalkan sendiri oleh mereka). Guru – guru saya ini adalah preman salah satu OKP atau anak kuliahan yang rumahnya dekat dengan kos saya (umur kami terpaut cukup jauh) . Dari guru-guru ini saya mendapat banyak sekali pelajaran mulai dari praktek judi yang selalu menguntungkan bandarnya (apapun bentuknya baik judi toto gelap, judi bola , dll). Bahaya pemakaian narkoba . Eratnya hubungan antara tokoh preman dan aparat negara. &lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;Sampai hal yang cukup aneh bagi saya saat itu, yaitu kebutuhan untuk merenung. Hal ini disampaikan guru saya , kebetulan beliau adalah mahasiswa Fisip USU yang belum juga lulus-lulus diusianya yang ke dua puluh enam (kalau di ITB dia mungkin macannya macan kampus, hahaha) .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saat itu jam tangan menunjukkan pukul 1 pagi, saya dan guru sedang ngobrol berdua saja tentang usaha rental PS dan Internetnya. Tentang lika-liku dan permasalahan yang sedang dia hadapi. Pembicaraan pun mulai ngalor ngidul ke wilayah tujuan hidup, mau apa nanti kalau sudah kuliah,&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;sampai kepada rutinitas sehari-hari kami. Saat membicarakan tentang rutinitas sehari-hari ini saya sedikit cemburu, karena banyak sekali kesempatan yang diperolehnya ( lebih tepatnya diciptakan, sampai dia lulus-lulus kuliah &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; ) untuk menjelajahi Indonesia. Mulai dari kepedalaman Nias yang angker sampai kegunung-gunung indah dikepulauan Nusa Tenggara. Bagaimana ia berinteraksi dan mengenal budaya masyarakat di Sumatera, Jawa, sampai Kalimantan. Sementara rutinitas sehari-hari saya, ya seperti biasa nongkrong, ngerjain tugas sekolah, ngobrol, ketawa-ketawa, tidak ada yang spesial dan menarik untuk dibicarakan dengannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saya jadi menyadari betapa tidak menariknya hidup yang saya lalui. Terlalu kering, terlalu sederhana, terlalu biasa-biasa. Tentang hal ini saya pun berkeluh kesah kepadanya. Dan tanpa saya duga jawabanya saat itu balah seperti ini. &lt;i&gt;” Sebenarnya hidupmu itu rif luar biasa. Semua hidup orang luar biasa. Masalah ’kering atau basah’nya itu tergantung pemaknaannya. Coba kau luangkan waktu 5 menit setiap hari sebelum tidur dan sesudah bangun untuk memikirkan, untuk merenung, tentang hidupmu, tentang apa yang sudah kau dapatkan, &lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;apa yang ingin kau raih, apa yang sudah kau ketahui dan belum, manfaat dirimu bagi orang lain, tentang semua, tentang apa saja....” .&lt;/i&gt; Katanya lagi , bila hal ini sudah berhasil saya lakukan dengan rutin atau malah menjadi kebutuhan, niscaya kehidupan saya akan lebih menarik dan bermakna . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sekarang tiga tahun telah berlalu , saya telah menjadi mahasiswa. Harapannya tentu rutinitas hidup saya jauh lebih berwarna dari saat dahulu di SMA. &lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;Namun kekosongan hidup dari pemaknaan akibat rutinitas sehari-hari yang membosankan dan menjemukan sering terulang. Untuk mengatasinya akhir-akhir ini saya berusaha untuk mengisi waktu luang yang semakin menyempit dengan membaca tulisan, essay-esay, sampai puisi yang kesemuanya merupakan pemaknaan hidup dan kehidupan dari orang-orang yang luar biasa seperti Prie GS, Umar Kayam , Rendra, Taufik Ismail, Soe Hok Gie, dll. Saya juga sangat gemar membaca Blog beberapa sahabat yang walaupun masih pemuda dan pemula tapi hasil tulisannya, Subhanallah, luar biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selalu ada dua perasaan yang berkecamuk , takjub dan iri,&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;saat menyadari bahwa apa yang mereka ungkapkan dalam tulisan adalah sesuatu yang &lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;umum ( selalu saya juga pernah mengalaminya), namun pemaknaan dan hikmah yang bisa mereka ambil dari peristiwa itu jauh dari kesan biasa. Tidak usah disebutkan satu persatu tapi yang jelas setiap tulisan mereka adalah hasil karya anak manusia yang memikirkan dan memaknai kehidupan yang mereka punya ( dan biasanya juga kita ). &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kampus, jalanan, kos , rumah, televisi, toilet, rumah sakit, pemakaman, sampai biskota adalah pelajaran. Semua aspek dan wilayah kehidupan bagi mereka adalah makna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Sekarang ini menjadi cita-cita diri untuk membudayakan rutinitas ” merenung” yang diajarkan guru itu saat SMU dulu (saat kuliah sudah terlupakan). Tentu saya tidak ingin menjadi hamba yang durhaka kepada Allah SWT akibat menyia-nyiakan hidup dan potensi berpikir yang diberikan oleh-Nya. Dan tentu menjadi kebanggan yang tak terkira bila saya bisa mengamalkan wasiat Imam Ali Bin Abi Thalib &lt;i&gt;” Renungkanlah berita yang kau dengar secara baik-baik. Penukil ilmu sangatlah banyak dan perenungnya sangatlah sedikit”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ya...betapa terberkahinya hidup yang penuh perenungan dan pemaknaan. Walau terkadang dengan kondisi diri dan masyarakat sekarang, aktivitas merenung ini tidak hanya membuat diri menjadi lebih introspektif dan bersyukur. Namun juga berefek samping menjadikan diri lebih murung . Apapun akibatnya, merenung dan memaknai akan terus menjadi usaha saya. Besar benar kepercayaan saya, perenungan dan pemaknaan dapat mengendapkan ilmu pengetahuan dan pengalaman menjadi iman, kearifan dan kasih sayang. Tidak bisa tidak itulah (Insyaallah) saat saya sedang menuju kedewasaan.&lt;i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="FONT-WEIGHT: bold; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sesungguhnya terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi mereka yang memikirkan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kamar kos tercinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;9 November 2005 pukul 22.17 wib &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-113187516522245194?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/113187516522245194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=113187516522245194&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113187516522245194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113187516522245194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/11/mari-merenung.html' title='Mari Merenung'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-113187503899753243</id><published>2005-11-13T01:39:00.000-08:00</published><updated>2005-11-15T01:55:50.620-08:00</updated><title type='text'>Indahnya Maaf</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Betapa membahagiakan hidup di bulan Syawal ini. Keindahan yang jarang terlihat di negeri ini kembali bisa dinikmati lagi. Tentu keindahan itu bukanlah macetnya Bandung utara akibat wisata belanja, bingungnya Bang Yos menyambut tamu-tamu tak diundang di Jakarta atau malah banyaknya tawuran antar desa dimalam takbiran. &lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keindahan yang menenteramkan hati ini terjadi saat saya melihat orang-orang disekitar saling bercengkrama, bertegur sapa, membagi-bagi THR (ehm) dan (yang paling utama) maaf-memaafkan. Ingin benar rasanya selalu melihat hal ini di ke duabelas bulan kehidupan yang dipunya setiap tahunnya. Tak hanya dibulan ini saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejuk benar hati saat kita diberi kesempatan untuk memohon ampun kepada kedua orang tua atas segala khilaf dan dosa yang telah kita perbuat. Saat itu juga kita bisa mendengar doa dan nasihat penuh kasih yang ikhlas diberi semata-mata untuk kebaikan anaknya tercinta. Tentu tidak hanya kepada orang tua kita dapat memperoleh indahnya maaf. Kepada saudara, kaum kerabat, teman – teman seperjuangan , tetangga dan orang-orang yang kita kenal hendaknya kita mohonkan maaf dan menjadikan mereka sarana amal dengan memaafkan terlebih dahulu. Karena Allah SWT sangat mencintai hamba-hambanya yang berprilaku pemaaf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadilah kamu pemaaf dan suruhlah orang yang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh. ( QS Al –A’raaf : 199 )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kepada Umi, Ayah, kak Uli, saudara-saudara ku sekeluarga, tetangga - tetanggaku, teman-temanku di SD, SMP, SMU, sahabat-sahabat karibku, teman-temanku di TI , di ITB, semua orang-orang yang pernah aku kenal maupun mengenalku, insyaAllah arif rahman ini telah memaafkan kesalahan dan kehilafan kalian. Semoga kalian juga berkenan dan ikhlas memaafkan dan melupakan banyaknya dosa yang telah kuperbuat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;MINAL AIDIN WAL FAIDZIN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN……&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Kamar kos tercinta&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Hari pertama bulan Syawal pukul 21.25 wib&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-113187503899753243?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/113187503899753243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=113187503899753243&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113187503899753243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/113187503899753243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/11/indahnya-maaf.html' title='Indahnya Maaf'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112849317993607214</id><published>2005-10-04T14:16:00.000-07:00</published><updated>2005-10-04T23:19:39.946-07:00</updated><title type='text'>bocah berkuda</title><content type='html'>Papa Mama Pemimpin Bangsa...&lt;br /&gt;Entah kenapa, hari ini aku pusing sekali&lt;br /&gt;Jadi kuputuskan pulang sejenak mengistrahatkan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam langkah terburu dipertigaan Skanda-Ganesha&lt;br /&gt;Terlihat olehku dua bocah satu kuda, umur mereka nyaris sama&lt;br /&gt;Satu tampan, rapih, subur sekali...&lt;br /&gt;Duduk diatas kuda , derapnya berirama&lt;br /&gt;Satu lusuh, berkeringat, kurus sekali....&lt;br /&gt;Berlari tertatih, menjajari kuda menjaga arah larinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tak buta..&lt;br /&gt;Patutnya Papa Mama tahu, saat itu siapa tertawa&lt;br /&gt;Kalau masih peka....&lt;br /&gt;Mestinya paham , siapa yang lebih dulu harus dibela&lt;br /&gt;Kalau mau berpikir lebih keras...&lt;br /&gt;Harusnya ngerti, pendapatan siLusuh sekeluarga diatas 175.000 sebulannya, tapi toh mereka butuh dibantu juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila nyata hati mu tak bisa peka&lt;br /&gt;Mata tak kunjung membuka&lt;br /&gt;Pikiran tak lagi mau kesana&lt;br /&gt;Pantasnya kalian kusebut apa?&lt;br /&gt;Pendurhaka negara?!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112849317993607214?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112849317993607214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112849317993607214&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112849317993607214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112849317993607214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/10/bocah-berkuda.html' title='bocah berkuda'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112629718558075101</id><published>2005-09-10T02:59:00.000-07:00</published><updated>2005-09-09T14:14:31.576-07:00</updated><title type='text'>per jalanan</title><content type='html'>harusnya memang begini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diam.. sesaat berhenti.. coba cermini hati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agar jelas   bisa kupahami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara mencintaimu  lebih  dalam  lagi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112629718558075101?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112629718558075101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112629718558075101&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112629718558075101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112629718558075101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/09/per-jalanan.html' title='per jalanan'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112629207261065365</id><published>2005-09-10T02:00:00.000-07:00</published><updated>2005-09-09T13:00:50.373-07:00</updated><title type='text'>menidakpercayakan</title><content type='html'>bukannya sudah menyerah dengan keadaan. tapi ketidakpercayaan ini memang layak dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kondisi memang mengharuskan demikian. karena keadaan masih sangat sangat jauh dari keidealan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi perlu dicatat. ianya pun harus merupakan pilihan : &lt;em&gt;" ketidakpercayaan yang mencerahkan&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerah...&lt;br /&gt;cerah karena terbuktikan. cerah karena memberi perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak percaya pada kemampuan diri hingga merasa perlu untuk berbenah lagi.&lt;br /&gt;tidak percaya pada sistem yang mengkebiri hingga butuh mencari solusi.&lt;br /&gt;tidak percaya pada kesalahan yang terjadi hingga harus menemukan yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diinspirasi perkataan seorang guru ......&lt;em&gt;" saya harap kalian tidak percaya perkataan yang barusan saya sampaikan. karena dengannya kalian terpacu untuk membuktikan kebenaran"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112629207261065365?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112629207261065365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112629207261065365&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112629207261065365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112629207261065365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/09/menidakpercayakan.html' title='menidakpercayakan'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112629031847801788</id><published>2005-09-10T01:12:00.000-07:00</published><updated>2005-09-09T12:11:59.290-07:00</updated><title type='text'>menidaknyamankan diri...</title><content type='html'>kenyamanan itu (bisa) membahayakan . ianya sering jadi ketergantungan. miripnya dengan candu. menyenangkan, mengerogoti dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hakikat manusia menjadi buta saat bahagia. untuknya lawan adalah keharusan. dan ketidaknyamanan sepertinya bisa dipertimbangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112629031847801788?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112629031847801788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112629031847801788&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112629031847801788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112629031847801788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/09/menidaknyamankan-diri.html' title='menidaknyamankan diri...'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112588998301621417</id><published>2005-09-05T10:10:00.000-07:00</published><updated>2005-09-04T20:13:03.023-07:00</updated><title type='text'>kebenaran itu (bisa) pahit..</title><content type='html'>Saya salah satu orang yang sulit untuk memahami kesederhanaan kebenaran. Walaupun ianya bisa sangat gamblang diperoleh lewat nurani dan hukum ( Tuhan dan manusia) , tapi nyatanya saat praktek di dunia nyata sangatlah sulit. Banyak sekali variabel yang bermain didalamnya. Mulai dari rasa kasihan, emosi, egois pribadi dan kelompok, kebodohan pribadi dan massal, bergesernya nilai, maupun sikon saat  kebenaran itu diungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kamis yang lalu saya mengalami kejadian unik yang menggambarkan betapa sulitnya mengungkapkan kebenaran. Siang itu , tepatnya pukul setengah satu, saya bersama seorang teman sekelompok Abau mengunjungi sebuah perusahaan bengkel bernama F*** Jaya ( F*** disini bukan umpatan lho) yang ada di daerah Kircon. Setelah menunggu setengah jam di luar bengkel akhirnya waktu istrahat berahir, artinya kami boleh bertanya kepada pegawai bengkel tsb tentang hal yang berkaitan dengan tugas dan meminta hasil sketsa kami dicap perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit pertama kejadiannya masih biasa. Saya dan teman dengan nyamannya bertanya kepada pegawai perusahaan ini. Nah, memasuki menit ke sebelas, kehebohan pun dimulai. Wanita pemilik perusahaan datang dengan muka masam. Langsung bertanya tentang part yang dipinjam dan meminta uang sewa menyusul perpanjangan pinjaman. Si ibu pun nyolot dan menekan kami agar memberi makanan dan rokok sebagai ucapan terima kasih. Katanya mahasiswa sekarang gak tahu terima kasih dan suka sepele. Saya awalnya senyum-senyum saja, sampai akhirnya beliau berkata ” Semua perusahaan pasti minta bayaran dan dipersulit, disini saja yang tidak, kami ini terlalu mudah !”. Saya pun ( entah dipicu emosi atau rasa kebenaran) berkata ” Nggak juga bu” . Dan saya tahu betul, soalnya teman-teman lain tidak dibeginikan. Mungkin saya belum pintar berterima kasih, tapi rasanya kalau rasa terimakasih muncul karena dipaksakan, itu bisa jadi pamrih. Saya kurang sreg dengan pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mendengar pernyataan ”tidak”, dianya semakin marah dan berkata – kata bahwa masalah beginian walaupun tidak kuliah tapi ia lebih tahu.Malah saya diancam tidak mendapat tanda tangan dan part saya langsung di tarik. Untung teman saya langsung sigap mengingatkan. Saya pun langsung memposisikan diri ” Saya gak ngambil part disini kok bu. Nama saya Arif. Liat aja didaftar. Gak ada kan? ”. Hehehe.Yang ngambil part dan mendaftar diri memang teman disebelah saya. Woo,marahnya pun menjadi-jadi. Beliau ,sambil marah,  bernostalgia. ” Saya punya kenangan buruk dengan kakak kelas kalian !”. Entah apa kenangan buruknya, beliau tidak menjawab ketika ditanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuih. Kepahitan pengungkapan kebenaran ini begitu nyata. Walaupun lingkupnya masih kecil, tapi bisa ” memahitkan” saya dan dua orang anggota kelompok yang lain. Bayangan ketika saya harus mengulang semua dari awal tugas karena part diambil dan cap perusahaan tak diberikan sempat muncul. Alhamdulillah ini tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, tindakan nyolot dan marah ini saya yakini dilatarbelakangi berbagai alasan. Kemungkinan terkuat adalah karena anak beliau sedang sakit ( hal ini diucapkan saat marah-marah tadi). Mungkin  karena kehadiran kami menggangu kinerja pegawai-pegawainya. Bisa jadi memang mahasiswa ini yang tidak tahu berterrima kasih dan kurang beretika. Kemungkinan terahir yang juga sempat terpikirkan adalah beliau berharap mendapat keuntugan dari peminjaman part yang banyak dilakukan mahasiswa. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran itu (bisa) pahit. Pahit isinya. Pahit penyampaiannya. Namun ianya menyehatkan jiwa. Seperti obat. Pahit diawal, tapi menyehatkan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi walau pahit, kebenaran harus selalu diperjuangkan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112588998301621417?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112588998301621417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112588998301621417&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112588998301621417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112588998301621417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/09/kebenaran-itu-bisa-pahit.html' title='kebenaran itu (bisa) pahit..'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112546300587983408</id><published>2005-09-02T21:31:00.000-07:00</published><updated>2005-09-02T09:43:32.186-07:00</updated><title type='text'>kaya? bukan disini tempatnya...</title><content type='html'>Menjadi kaya , jangan dipungkiri, adalah keinginan mayoritas manusia .Di Indonesia , kaya bisa dicapai melalui berbagai saluran dan media. Gelar sarjana salah satunya. Bagaimana pembudayaan keidentikan gelar dan kaya ini ,masih sulit bagi saya untuk memaparkan. Namun sepertinya gelar sarjana yang sering diburu untuk sarana menjadi pekerja yang kaya adalah gelar sarjana teknik. Lebih jelasnya lagi, di negeri ini mayoritas anak SMA meposisikan diri pada jurusan IPA. Kalau ditanya kepada mereka pasti ada saja alasannya. Kalau alasan pribadi saya ( waktu masih SMA) , ringkas saja : pertama rajin tak terlalu diperlukan di IPA (tak perlu rajin mencatat dan menghapal) dan kedua ikut suara mayoritas ( cari aman ). Frame berpikir saya saat kelas dua menjelang penjurusan maupun saat kelas tiga menjelang SPMB adalah kalau mau kaya jadi orang teknik saja. Kalau pengen lebih terjamin kerja dimana, ya masuk ITB la...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata saya tertipu mentah-mentah....Ketertipuan ini saya sadari dari dosen PPC saya, Pak Sukoyo. Beliau berkata ” Untuk berbagai produk, biaya terbesar berkisar di marketing dan pengemasan, bukan produksinya. Contoh minuman kaleng. Ternayata dari harganya yang Rp2.500, biaya produksi minumannya hanya Rp 500 , sisanya adalah di pengemasan, pengiklanan , distribusi, pembentukan image dan lainnya.Yang kesemuanya terkait dengan inovasi dan kreatifitas”. Serupanya kemampuan ilmu kita yang mengandalkan kelogisan hanya seharga Rp 500, sisa Rp 2000 nya untuk kreatifitas dan inovasi tadi ( bagian anak ekonomi, marketing dan periklanan) . Jadi sedikit dejavu juga. Teringat kunjungan industri ke pabrik ABC. Terlihat disana dominasi dan ( mungkin) hierarki antara manajer marketing ABC terhadap kepala lab penelitian ABC yang notabene lulusan ITB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah ini yang disebut pengambilan kesimpulan prematur . Atau hallo effect sebagai penanda adanya distorsi persepsi . Tapi , minimal untuk dua kasus ini, mahasiswa teknik di ITB, tak perlu terlalu berbesar hati, apalagi sampai berarogansi. Karena pasar industri nampaknya bukan kuasa kita lagi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saat ini saya ditanya kembali “ Alasan masuk ITB apa?”, jawabannya masih sama seperti SMA : “Cari aman !”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah –mudahan sesegeranya hati semakin teguh untuk menjawab pertanyaan selanjutnya “ Keluar ITB mau apa?” . Karena jawaban dari saya sudah sedikit berbeda :” Cari aman.... itu saja!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112546300587983408?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112546300587983408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112546300587983408&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112546300587983408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112546300587983408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/09/kaya-bukan-disini-tempatnya.html' title='kaya? bukan disini tempatnya...'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112546385717908350</id><published>2005-08-31T21:46:00.000-07:00</published><updated>2005-08-30T21:50:57.180-07:00</updated><title type='text'>Tertutupnya gerbang kampusku</title><content type='html'>Gerbang belakang ITB  bercat kuning itu banyak sekali jasanya. Ianya biasa menjadi pintu motor menuju parkir SBM. Biasa juga menjadi sarana keluar masuk mahasiswa TI, Matematik ,Astronomi, Labtek Biru’ers dan SBM. Biasa juga jadi jalan tercepat saya menuju tempat makan favorit di belakang ITB. Tapi itu dahulu. Tepatnya 2 bulan yang lalu. Kini ....kondisinya sudah berbeda teman. Pintu gerbang yang terbuat dari besi dan bercat kuning itu telah terkunci. Kalau dulu bapak satpam mengawat durikan dinding pembatas yang mengarah ke Mesjid Batan dengan alasan keamanan , akal dan hati saya masih ikhlas menerima. Tapi kalau ini , ini apa?!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hierarki antara saya yang mahasiswa dan pihak pembuat kebijakan sudah sedemikian jauhnya. Baik nya saya, mahasiswa , coba mereka-reka saja. Alasan kebersihan dan kenyamanan bisa dikemukanakan. Hal ini terkait dengan kabar burung tentang alasan utama penutupan gerbang ini, yaitu pembersihan PKL ( maap kalau salah, berarti error ada pada siburung dan saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepakat kalau semua kita ingin bersih. Ingin tertib. Ingin teratur. Ingin nyaman. Asri. Genah Merenah Tumakninah kata orang bandung . Tapi mari lihat juga kepentingan lain yang terkait didalamnya. Kan nilai bersih aman nyaman tidak hanya dirasakan bapak-bapak diatas saja. Mahasiswa, pegawai, pedagang dan bahkan pengunjung yang gak tau apa-apa turut juga lho merasainya. Ayolah lebih memikirkan dampak turunan kebijakan itu. Ajak otak dan hati biar lebih manusiawi. Kalau ngga mau diajak, ya....dipaksa juga gak papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penting mana keteraturan , dibanding kebutuhan mahasiswa  seperti saya akan makanan murah, ngenyangin , plus cepat saji  ? Signifikan mana kenyamanan karena wilayah belakang bersih , dibanding kenyamanan seorang gadis cantik molek dengan tonjolan dan aurat dimana-mana yang harus bersusah payah memanjat pagar plus melindungi sebagian besar tubuhnya dari sasaran nakal mata manusia? Butuh mana kata aman diatas kertas, dibanding rasa khawatir banyak mahasiswa akibat motornya yang diparkir diluar wilayah ITB? Kasihan juga melihat seorang mahluk berjenis kelamin wanita dengan usia setengah baya dinaungi payung dibawah siraman hujan, harus berputar sejauh berpuluh meter menuju gerbang lain yang terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau alasan diatas salah adanya , lalu yang benar apa ya?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah terlintas dibenak saya mungkin yang benar adalah kunci gembok gerbangnya hilang ( usulan kongkrit dari Anto:  rantainya di putusin aja...hehehhe). Atau bapak penjaga parkir SBMnya sedang pulang kampung. Atau malah bisa jadi ini program ITB untuk meningkatkan porsi fisik mahasiswa , terkait dengan pelarangan kegiatan fisik dalam kaderisasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang ini juga nggak bisa diterima , yang rasional jadi apa?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari saya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112546385717908350?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112546385717908350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112546385717908350&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112546385717908350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112546385717908350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/08/tertutupnya-gerbang-kampusku.html' title='Tertutupnya gerbang kampusku'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112546335238929564</id><published>2005-08-30T23:37:00.000-07:00</published><updated>2005-08-30T21:42:32.396-07:00</updated><title type='text'>fyyuh..nafsu..</title><content type='html'>Bingung juga tadi pagi. Pukul 7 benar, pikiran sudah terjebak diantara dua system ekonomi . Sistem ekonomi pasar( kapitalis) dan system ekonomi central ( komunis). Hehehehe. Tiba-tiba muncul dua pertanyaan retoris (yang untungnya saya pendam dalam hati saja). Perkaranya ,dua pertanyaan nyeleneh ini tidaklah pantas diajukan dikelas seserius itu. Bisa bikin malu diri sendiri . Kemunculannya pun gak elite, hanya secara ”tiba-tiba”. Entah dari mana, entah bagaimana, dan entah apa jawabanya.Hanya Allah SWT yang bisa menjelaskan dengan betul-betul benar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan pertama. Gak penting. Indonesia, negara saya, memakai sistem ekonomi mana ya? . Jawaban dari hati dan otaksama gak pentingnya. ...Ya , sistem ekonomi kita jelas Sistem Ekonomi Pancasila. Nama lain: sistem ekonomi antara. Ada sistem ekonomi antara kapitalis dan komunis. Sistem ekonomi antara konsep baik dengan praktik buruk juga boleh ( -dianjurkan melihat iklan sosro-). Buktinya kalau di kenyataan kita sudah sangat dekat dengan sistem ekonomi kapital, namun dari sisi peraturan masih ada ” bau-bau ” komunis(dengan alasan utama pemenuhan kebutuhan rakyat banyak). Kalau hanya hidup dari sistem , mungkin ekonomi Indonesia sudah mengangkangi Cina dalam persentase kemajuan. Namun, seperti biasa, masalah condong ke faktor pelaksananya, manusia Indonesia....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua lebih nyeleneh lagi, dan sukurnya tadi secara gak langsung dijawab dosen saya. Dengan SDM yang masih seperti ini, baiknya kita pakai sistem apa ya?.  Jawaban dosen saya cukup menyenangkan. Tidak ada yang baik. Karena dilihat dari kinerja pertumbuhannya , kedua sitem ini memfardhu kan perkembangan secara terus menerus. Dimana permintaan dan kebutuhan dianggap terus meningkat secara signifikan. Dan bila ini terjadi terus,  akan terjadi collapse. Keruntuhan dalam Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab runtuhnya macam-macam. Karena kesenjangan antara kaum superkaya dan kaum supermiskin ( proletar atau buruh kata om Marx). Karena masa ”subur” dari penjualan produk telah habis. Bahkan yang paling bahaya bila dunia ini sudah kehabisan sumber daya untuk diolah menjadi produk , dan kehabisan kebutuhan dan kemampuan konsumen untuk dicecoki barang dagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat life cycle produk yang makin pendek dan varian produk yang makin banyak dalam rangka pemenuhan semua tingkat kebutuhan manusia, kejadian paling bahaya tadi nampaknya tinggal menunggu waktu saja.Pertandanya sudah gamblang kok. Lihat saja bagaimana kebutuhan tersier sekarang sudah dipaksakan menjadi kebutuhan sekunder bahkan primer. Bahkan barang yang jelas-jelas jelek untuk manusia , seperti rokok, dengan bantuan iklan dan propaganda ( yang utama memang masih efek candunya) menjelma menjadi kebutuhan primer sebagian manusia. Untuk beberapa oknum pemakai , tingkat kefardhuan pemenuhannya bisa diatas sandang, papan bahkan pangan. Lebih baik puasa nabi Daud asal bisa merokok sebungkus sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau semuanya sudah bisa dijual, kan kita tinggal menunggu saat dimana tak ada lagi yang bisa dijual. Pun saat semuanya bisa dijadikan produk, kita tinggal menunggu dimana tak ada lagi yang bisa dijadikan produk....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah ,jadi bingung sendiri. Kalau emang takdirnya manusia begini, terus mau apa lagi? Ya udah, raup sebanyak-banyaknya bos, ntar kehabisan lho. Hahahaha. Itu sisi pesimistis saya. Optimisnya manusia sekarang kan sudah mulai memikirkan sistem ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan berprikemanusiaan. Bahkan sistem ekonomi keIslaman pun sudah mulai di dengungkan. Nafsu berkedok keinginan coba di pisahkan dari kebutuhan.  Semoga ini pemecah masalahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112546335238929564?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112546335238929564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112546335238929564&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112546335238929564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112546335238929564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/08/fyyuhnafsu.html' title='fyyuh..nafsu..'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112420692095609617</id><published>2005-08-17T07:39:00.000-07:00</published><updated>2005-08-16T08:42:00.963-07:00</updated><title type='text'>selamat ulang tahun bunda</title><content type='html'>Pejamku sejenak dipagi buta&lt;br /&gt;Hening sesaat merayakan ulang tahunmu&lt;br /&gt;Belum bisa ada kado atau pesta untuk bunda&lt;br /&gt;Kan keluarga kita statusnya masih pra sejahtera&lt;br /&gt;Tapi jangan lantas sedih bunda&lt;br /&gt;Hari ini sudah sepatutnya bunda gembira&lt;br /&gt;Ajak juga saudara-saudaraku turut bahagia&lt;br /&gt;Aceh , Sampit, Ambon sampai Papua&lt;br /&gt;Merekakan anak yang butuh kasihmu juga&lt;br /&gt;Janganlah bunda manjakan terus Jakarta&lt;br /&gt;Ajak juga saudara-saudaraku turut bahagia&lt;br /&gt;Dikawasan kumuh kota sampai pelosok desa&lt;br /&gt;Kunjungi mereka, bawa tawa terbaik yang engkau punya&lt;br /&gt;Selama ini mereka kurang diperhatikan saudaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejamku sejenak dipagi buta&lt;br /&gt;Sekedar cengkrama dari ananda&lt;br /&gt;Rasai semilir angin, lembut belaimu bunda&lt;br /&gt;Sandarkan kepala kesusuanku waktu balita&lt;br /&gt;Tak lagi bisa kubendung rasa haru yang mendera&lt;br /&gt;Senyumku terasa hangat tercampuri lelehan air mata&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun bunda..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112420692095609617?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112420692095609617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112420692095609617&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112420692095609617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112420692095609617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/08/selamat-ulang-tahun-bunda.html' title='selamat ulang tahun bunda'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112385736619061928</id><published>2005-08-12T07:25:00.002-07:00</published><updated>2005-08-12T10:26:44.736-07:00</updated><title type='text'>sedih mahasiswa</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;Mahasiswa kini ya&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 1.1.2  (Linux)"&gt;&lt;meta name="AUTHOR" content="arif"&gt;&lt;meta name="CREATED" content="20050809;23150000"&gt;&lt;meta name="CHANGEDBY" content="arif"&gt;&lt;meta name="CHANGED" content="20050809;23150000"&gt;              &lt;style&gt;  &lt;!--   @page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }   P { margin-bottom: 0.08in }  --&gt;&lt;/style&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;Mahasiswa kini ya&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 1.1.2  (Linux)"&gt;&lt;meta name="AUTHOR" content="arif"&gt;&lt;meta name="CREATED" content="20050809;23150000"&gt;&lt;meta name="CHANGEDBY" content="arif"&gt;&lt;meta name="CHANGED" content="20050809;23150000"&gt;              &lt;style&gt;  &lt;!--   @page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }   P { margin-bottom: 0.08in }  --&gt;  &lt;/style&gt;&lt;span lang="sv-SE"  style="font-size:85%;"&gt;Hebat ya mahasiswa saat ini?&lt;br /&gt;Nurani tidak lagi menjadi senjata sakti&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Sudah tumpul tertutup debu trasdisi dan arogansi&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Lihat momen kebanggaan kampus kita kita : kaderisasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Hak azasi mahasiswa di kencingi&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Pelakunya ya kita – kita sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Penindasan :dari mahasiswa, oleh mahasiswa, untuk mahasiswa sendiri&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa hebatnya kita kini&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Ditindas rektorat kita cerdas dalam berteriak dan memaki&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Menindas teman sendiri malah jadi  kebanggaan pribadi&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Manusia dikastakan berdasarkan kaderisasi yang diikuti&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Pembenaran : keberlangsungan organisasi,tegaknya konstitusi&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran : keberlangsungan tradisi, tegaknya arogansi&lt;/span&gt; &lt;span lang="sv-SE"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;ckckckck&lt;br /&gt;Aduuuh kawan, apa yang kau pikirkan ini?&lt;br /&gt;Jangan tanya pada otak, yang bisa menjawab cuma  hati nurani&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Jangan mau dijajah oleh hukum yang dibuat sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Apa Tuhan kalian sekarang konstitusi yang dibentuk oleh tradisi?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Kau kira bisa mengabdi pada rakyat dengan cara seperti ini?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Kau pikir mentari kampus kita nyalanya seperti ini?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh utama sekarang bukan tentara lagi, tapi diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Ya ...pribadi yang kupaparkan diatas tadi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;dan ..mungkin termasuk diriku yang tak kunjung bernyali dan bertaji....&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIDUP MAHASISWA!!!&lt;/span&gt; &lt;span lang="sv-SE"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha, hidup dengan nurani yang hampa!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;maafkan dua puisi terakhir isinya menghujat selalu...&lt;br /&gt;sekedar penyaluran rasa sedih, hanya itu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112385736619061928?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112385736619061928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112385736619061928&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112385736619061928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112385736619061928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/08/sedih-mahasiswa.html' title='sedih mahasiswa'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112331155067229413</id><published>2005-08-05T23:57:00.001-07:00</published><updated>2005-08-07T02:20:32.636-07:00</updated><title type='text'>negeri atas nama</title><content type='html'>atas nama cinta,&lt;br /&gt;bebas donk aku berbuat zina?!&lt;br /&gt;atas nama hak azasi manusia,&lt;br /&gt;boleh kan berbuat sekendah hati gua?!&lt;br /&gt;atas nama seni,&lt;br /&gt;bisa ya tampil telanjang mempertontonkan diri?!&lt;br /&gt;atas nama nafkah keluarga,&lt;br /&gt;aku wajib donk korupsi dan maling uang negara?!&lt;br /&gt;atas nama kesejahteraan warga&lt;br /&gt;boleh ngga aku jual ini negara?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saudara, ini lho Indonesia&lt;br /&gt;atas nama kebebasan bersuara,&lt;br /&gt;engkau bebas unjuk rasa sampai muncul huru-hara.&lt;br /&gt;atas nama demokrasi,&lt;br /&gt;lempari saja itu kantor KPU dengan batu besi.&lt;br /&gt;atas nama harga diri,&lt;br /&gt;para pejabat harus ngantor pake mobil merci.&lt;br /&gt;atas nama balas budi,&lt;br /&gt;untuk mengihidupi dia punya party, wakil rakyat minta naik gaji.&lt;br /&gt;atas nama civitas akademika,&lt;br /&gt;ketua yayasan dipukuli, mahasiswa dipaksa cuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saudara,  inilah  aku punya bangsa&lt;br /&gt;banyak sekali sumpah pocong&lt;br /&gt;tapi atas nama Tuhan sumpahnya..&lt;br /&gt;bodoh sekali!!&lt;br /&gt;selalu ada pergantian nama&lt;br /&gt;SMU,SMA, sampai SLTA&lt;br /&gt;atas nama perbaikan katanya..&lt;br /&gt;tolol sekali!!&lt;br /&gt;tak terhitung orang hilang dan tindak kekerasan&lt;br /&gt;atas nama kemanan dan ketertiban kilahnya..&lt;br /&gt;laknat sekali!!&lt;br /&gt;guru menjual buku mahal ke murid yang tak punya uang&lt;br /&gt;atas nama pemerataan pendidikan belanya..&lt;br /&gt;hina sekali!!&lt;br /&gt;tak terhitung orang yang merusak ajaran agama&lt;br /&gt;atas nama kemerdekaan berfikir , perkembangan zaman sanggahnya..&lt;br /&gt;biadab sekali!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saudara, inilah aku punya negara&lt;br /&gt;atas nama bisa anda temukan dimana-mana&lt;br /&gt;bahkan di awal kelahirannya&lt;br /&gt;dipagi  hari  ke-17 bulan ke-8 tahun 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama bangsa Indonesia&lt;br /&gt;Soekarno-Hatta..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112331155067229413?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112331155067229413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112331155067229413&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112331155067229413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112331155067229413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/08/negeri-atas-nama_05.html' title='negeri atas nama'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112322410571793843</id><published>2005-08-04T15:39:00.000-07:00</published><updated>2005-08-05T04:47:19.560-07:00</updated><title type='text'>dan lap</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;Berat Jadi Danlap&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 1.1.2  (Linux)"&gt;&lt;meta name="AUTHOR" content="arif"&gt;&lt;meta name="CREATED" content="20050804;1110000"&gt;&lt;meta name="CHANGEDBY" content="arif"&gt;&lt;meta name="CHANGED" content="20050805;1320000"&gt;              &lt;style&gt;  &lt;!--   @page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }   P { margin-bottom: 0.08in }  --&gt; &lt;/style&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Siapa kalian?!&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Dua ribu empat!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Dua ribu empat?!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Teknik Industri!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Industri?!&lt;br /&gt;&lt;i&gt;I Te Be..!&lt;/i&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Menjadi komandan lapangan merupakan salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup saya. Bukan hanya karena peristiwa-peristiwa yang sangat berkesan, namun juga karena pembelajaran – pembelajaran, yang walaupun sedikit , namun sangat berarti bagi perkembangan diri .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kalau cerita tentang kesan , banyak sekali yang bisa saya sebutkan dan ada juga yang sudah terlupakan. Diantaranya yang paling berkesan adalah kerjasama 12 oranng BCD dalam merebut panggung di Dago Festival akhir tahun lalu ( Edo dapat gelar Subhanallah kategori Playboy...). Tentang semangat dan motivasi teman-teman calon danlap lainnya yang membuat saya memberanikan diri ( lebih tepatnya terpancing) untuk turut maju bersaing. Tentang jeleknya suara perut saya ( kalo ngga salah saya paling gak jago suara perut, diikuti Ias ditempat kedua). Tentang ngasalnya dan groginya saya dalam test orasi yang dipimpin Amir ( sukur aja di GSG dan malam jadi jelek-jeleknya ketutupan dikit). Tentang saya saat simulasi yang harus berorasi tentang nostalgia PPAB angkatan 2003, disitu hampir saya nangis sambil megang toa dan suara pun akibatnya bergetar-getar ( masih hampir!). Tentang masukan yang diberikan Oga waktu saya pertama kali megang di malam pembukaan. Tentang saya yang risih namun kecanduan ber-aku ria didepan peserta. Tentang lempar-lemparan tugas lari diantara kami berempat para danlap. Tentang rebutan job-job manggung yang dirasa mantap dan berkelas antara para danlap. Tentang saya yang harus ngelanjutin tugas Edo ngebantai peserta waktu hari malam dan hujan di lapangan GSG karena mereka dianggap sepele sama tugas . Tentang saya yang senang sekali ngedengar lagunya anak 2004 ” Industri didadaku...MTI calon himpunanku...”. Tentang saya ngedanlapnnya lama waktu cek alat malam akhir karena sadar panggung dah hampir habis ( hehehe). Tentang haru dan leganya saya saat momen pelantikan , melihat wajah-wajah ”anak didik”( gaya betul ) yang diterangi cahaya api unggun , diiringi nyanyian lagu hymne MTI. Tentang kerjasama yang saya alami dengan panitia PPAB lainnya dan juga peserta, tentang marah-marahnya, tentang evaluasinya, tentang ketawa dan becandanya, tentang ngomong gak jelasnya, tentang nangisnya dan semua kekonyolannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kalau dari kesan saya punya cerita panjang lebar , maka dari pembelajaran belum terlalu banyak yang bisa saya endapkan. Salah satu dari yang sedikit adalah tentang beratnya mengemban tugas sebagai danlap. Berat, karena menurut saya tugas danlap itu menyampaikan kebenaran seperti juga ustad. Cuma bedanya kalau ustad landasannya jelas. Pertama Al Quran, setelah itu Hadist sahih Rasulullah SAW dan terahir kesepakatan dan fatwa ulama. Sedangkan kalau danlap landasannya rada kabur, cuma bergantung dari nilai ideal, pengetahuan, dan pengalaman yang ada dalam diri pribadi maupun dalam diri teman-teman tim materi. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Itu baru dari faktor landasan. Faktor lainnya adalah pertanggung jawaban kata-kata yang dipocikan (diucapkan). Baik pertanggung jawaban kepada Allah, kepada diri sendiri , maupun kepada orang-orang yang kita seru. Faktor ini yang paling berat. Karena keidealan dialam pikiran, alam perkataan dan alam perbuatan itu berbeda tingkat kesulitan pengadaan dan pemeliharaannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Di alam pikiran masing-masing dari kita , apalagi sebagai mahasiswa , tidak terlalu sulit untuk menjadi sangat ideal. Lebih sulit keidealan dalam perkataan, karena ada keharusan untuk berfikir lebih keras dalam memilih perkataan dan momen yang tepat untuk menyampaikan keidealan pikiran tadi kepada orang lain. Yang terahir dan paling sulit adalah menjalankan keidealan ( pikiran dan perkataan) itu dalam sikap dan tindakan kita. Dan karena menjadi danlap, mau tidak mau saya harus menjalani kesulitan yang terahir ini. Menjalankan apa yang saya ( dan tim materi ) pikirkan dan apa yang saya katakan sebagai danlap di depan peserta PPAB. Parahnya lagi saya ini merupakan danlap yang paling sering refleksi, jadi paling banyak poci-pocinya, hehehhehe. Mulai dari semangat, kerjasama, rasa solider, non oportunis, tepat waktu, disiplin, manajemen tugas, kesigapan, kesolidan ,kebersamaan, kekompakan dan ke-an ke-an lain yang menunjukkan sikap yang harus dimiliki oleh individu dan angkatan . &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tentu , dari penuturan diatas, jelas posisi saya rawan sekali melakukan kesalahan-kesalahan akibat tidak menjalankan himbauan yang saya katakan sendiri di depan peserta. Dan hal ini merupakan sesuatu perilaku yang sangat dibenci oleh Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;” &lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?. Amat besar kebencian di sisi Allah kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan .”&lt;/i&gt;( Q S Ash-Shaff ; 2 &amp; 3)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Namun saya yakin tanpa kesalahan takkan lengkap pembelajaran, tanpa keberanian takkan ada kesuksesan. Dan untuk kesalahan-kesalahan tak ada yang bisa dilakukan selain berusaha berbernah dan selalu memohon ampun. Jadi walaupun sangat berat, namun nikmat menjadi danlap tidak boleh tidak haruslah disyukuri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112322410571793843?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112322410571793843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112322410571793843&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112322410571793843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112322410571793843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/08/dan-lap.html' title='dan lap'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112322262779616088</id><published>2005-08-03T02:06:00.000-07:00</published><updated>2005-08-05T04:49:18.406-07:00</updated><title type='text'>tentang bahagia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Bahagia, suatu kata yang sangat didamba oleh manusia. Kata yang sangat penting dalam perjalanan hidup seorang hamba. Kata yang selalu kita bisikkan dalam setiap doa . Kata yang sering didengar dan dilihat, tetapi sulit untuk mendapatkannya. Bahagia, hanya satu kata, namun sulit sekali  untuk memahaminya. Abstrak , situasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Abstrak dan situasional , mungkin dua kata ini bisa membantu menjelaskan betapa rumitnya bahagia ini. Betapa tidak, bila sakit maka hal yang paling bisa membuat saya bahagia adalah kesembuhan. Bila nggak ada uang , hal yang membahagiakan saya adalah datangnya kiriman dari orang tua. Bila sedang ujian, hal yang bisa bikin senang adalah dapat mengerjakan soal agar memperoleh nilai yang baik. Bila letih akibat kegiatan yang lagi banyak, kebahagiaan saya yang utama adalah istrahat di tempat tidur tercinta , bisa juga dimana saja. Bahkan bila sedang nonton Juventus atau Liverpool, kebahagiaan saya yang utama saat itu adalah bila melihat tim saya ini menang dengan skor telak. Tentu tidak perlu diperpanjang pemaparan tentang kondisi – kondisi bahagia versi saya , karena contoh diatas sudah menggambarkan secara gamblang betapa situasionalnya kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Namun, kadang saya merasa resah, karena potongan-potongan momen bahagia selama hidup saya ini selalu tidak sempurna dengan waktu kejadian yang singkat. Singkat dan tidak sempurna, mungkin karena syukur belum ada dalam hati saya untuk merawat dan menciptakan rasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ya, saat sakit , saya sangat bisa bersyukur akan nikmat sehat, saya pun berusaha dan berdoa agar memperoleh nikmat sehat kembali. Tetapi saat kesehatan sudah melekat dibadan, rasa syukur itu memuncak sesaat untuk kemudian hilang lagi. Saat ini saya sedang sehat. Jujur, susah benar hati ini diajak untuk bertualang sejenak menjelajahi nikmat kesehatan, kebugaran, normalnya anggota tubuh dan kerja indra tubuh yang kesemuanya diberikan Allah secara cuma-cuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ini baru dari sisi kesehatan, belum lagi dalam hal materi, kesempatan, waktu, kasih sayang, dll. Sepertinya , setiap momen yang ada dalam hidup kita adalah momen bahagia bila kita bisa mensyukuri dan menarik hikmahnya. Seperti ( lagi-lagi) momen saat sedang sakit. Dalam momen sakit ini, bila kita mampu bersabar , Allah telah menjanjikan akan merontokkan dosa-dosa kecil kita laksana rontoknya daun-daun dimusim gugur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Bersyukur untuk mencapai kebahagiaan yang sejati pun ada tingkatannya . Yang pertama ya seperti diri saya saat ini. Syukur ketika momen sehat datang setelah lama sakit. Syukur yang memuncak namun singkat (dan menyebabkan kebahagiaan yang ada pun singkat) , kadang tidak lebih dari sekedar euforia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Syukur yang lebih mantap lagi adalah syukur yang kita lakukan secara kontinu, karena kita bisa melihat bahwa kita mendapatkan nikmat dari Allah SWT lebih dari orang lain. Bahasa enaknya, masih lebih beruntung dari banyak orang. Walaupun keuangan keluarga pas-pasan, tetapi saya masih bisa kuliah. Walaupun mata rabun jauh , tetapi mata masih lengkap dan bisa melihat dengan baik dengan bantuan kacamata. Walau kulit rada hitam , tapi masih buanyak yang lebih hitam. Walau badan kurus, tapi Alhamdulillah untuk makan masih gampang. Kira-kira seperti itu rasa syukur kedua ini. Tentang hal ini saya jadi teringat nasihat Umi saat saya pertama berangkat ke Bandung dua tahun yang lalu ” Arif harus selalu melihat kebawah agar tidak pernah lalai bersyukur. Tapi juga jangan lupa melihat keatas, biar abang terus berusaha maju dan sukses”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Rasa syukur yang paling tinggi adalah rasa syukur disetiap kondisi, baik senang atau susah. Baik saat kita merupakan orang yang paling beruntung, atau paling buntung . Syukur ini dipaparkan secara luar biasa oleh Al-Anissa May dalam buku Tasawuf Modern karya Buya Hamka. Dikisahkan dalam buku ini bahwa ada seorang khalifah yang berpidato dihadapan ribuaan ummatnya tentang rasa syukur, lebih kurang penggalan pidatonya adalah seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Kalau engkau kaya, maka bahagiakanlah hatimu. Karena engkau diberi kesempatan untuk mengerjakan hal-hal yang sulit. Engkau memperoleh pujian dan kekaguman dari orang-orang atas kekayaan yang engkau miliki. Juga kau beroleh kebebasan untuk menafkahkan hartamu dijalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau engkau fakir miskin, bahagiakanlah hatimu. Karena sesungguhnya engkau terlepas dari penyakit jiwa yang selalu menimpa si kaya, yaitu kesombongan. Tidak ada orang yang dengki dan hasad karena hartamu. Bahagiakanlah hatimu karena sesungguhnya ini merupaklan nikmat yang tidak ada jalan untuk kecil hati lagi dengki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau tanah airmu dijajah, maka bahagiakanlah hatimu. Karena penjajahan membuka jalan bagi bunga yang terjajah kepada perjuangan membebaskan diri. Karena itulah perjuangan hidup mati yang meninggalkan nilai bagi manusia. Karena ketahuilah bahwa tidak didapat suatu bangsa yang terus menerus dijajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau tanah airmu merdeka, bahagiakanlah hatimu. Karena engkau berdiri sama rendah dan tegak sama tinggi dengan bangsa lain. Engkau memiliki kesempatan yang terbuka lebar untuk mengisinya dengan hal-hal yang baik. Engkau bebas untuk membangun dan memberi manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau engkau sehat, maka bahagiakanlah hatimu. Karena telah nyata nikmat Allah pada dirimu. Karena dengannya engkau mudah mendaki bukit kesulitan dan melewati jurang hambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau engkau sakit, bahagiakanlah pula hatimu. Karena telah nyata bahwa dirimu adalah medan perjuangan diantara dua alam yang dijadikan Tuhan, yaitu kesehatan dan kesakitan. Kemenangan akan terjadi pada yang kuat, dan kesembuhan mesti datang setelah perjuangan. Baik itu kesembuhan dunia, maupun kesembuhan sejati.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bahagiakanlah hati  dengan syukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syukurkanlah hati agar bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112322262779616088?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112322262779616088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112322262779616088&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112322262779616088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112322262779616088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/08/tentang-bahagia.html' title='tentang bahagia'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112287312540254174</id><published>2005-07-31T21:42:00.000-07:00</published><updated>2005-08-01T19:38:20.776-07:00</updated><title type='text'>KnK</title><content type='html'>mayoritas masyarakat kita yang banyak inginnya, mengalahkan kebutuhannya , laksana orang yang selalu haus namun ia malah minum air laut. alih-alih hilang, dahaganya justru bertambah parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betapa tidak, saat dikampung halamaN (di bdg ga punya tipi) saya banyak melihat berita- berita ditelevisi mulai dari kelas buser di lorong-lorong kumuh sampai berita-berita yang ditayangkan dari senayan. mulai dari buruh bangunan sampai pengusaha sukses. mulai yang gak bisa aca tulis sampai para profesor. ya, banyak sekali peristiwa atau komentar masyarakat yang menunjukkan bahwa mayoritas kita tidak dapat mengendalikan keinginan. bahkan karena sudah diperbudak rasa "ingin" duniawi ini, kita tidak bisa lagi membedakan antara mana kebutuhan mana keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada anak smp yang gantung diri karena tidak dipinjami motor oleh orang tuanya. ada anak 13 tahun yang memaksa orang tuanya untuk mengganti hpnya dengan hp berkamera,berpolyponic,berbentuk keren, biar gak kampungan...sementara orang tuanya harus banting tulang jadi pedagang kakilima . ada tukang becak yang harus ngutang makan dimana-mana karena harus memenuhi kebutuhannya yang utama...ya benar sekali rokok dan togel.ada "pegawai rakyat" yang minta naik gaji dan kunjungan keluar negeri, sementara para majikan rakyat lagi susah ngantri bbm, lagi pusing bayar pam, lagi bete karena harus menjalani giliran pemadaman listrik. ada dan masih banyak ada-ada lainnya yang mengambarkan perbudakan nafsu pada diri masyarakat kita, yang disamarkan dengan kata "keinginan". bisa jadi pembenaran dengan mengatakan itu sebagai suatu "kebutuhan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seiring perkembangan teknologi yang tak terkendali dan konsumtifnya masyarakat kita, kebutuhan makin meningkat tingkatannya. kalau dulu orang untuk hidup hanya perlu sandang, pangan dan papan. maka sekarang harus ada fasilitras plusnya. plus kendaraan, plus alat komunikasi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentu kita tidak bisa menafikan pemenuhan kebutuhan ini , asal rasional dan produktif. rasional dan produktif. tanpa kerasionalan dan keproduktifan tentu yang ada hanya pemborosan dan penindasan. baik terhadap diri sendiri, terhadap orang-orang tercinta bahkan terhadap masyarakat banyak. lihat saja contoh diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benarlah kata mahatma gandhi " manusia bisa memenuhi semua yang ada didunia, kecuali kerakusannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan nampaknya kita harus lebih bergiat belajar manajemen qalbu( ya ngga vet?..hehehehhe), agar kita bisa bersyukur dengan nikmat yag ada dan memenuhi kebutuhan sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan,&lt;br /&gt;Ia memberi apa yang kita butuhkan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112287312540254174?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112287312540254174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112287312540254174&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112287312540254174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112287312540254174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/07/knk.html' title='KnK'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112047033416647871</id><published>2005-07-05T09:11:00.000-07:00</published><updated>2005-07-04T02:45:34.166-07:00</updated><title type='text'>akhirnya</title><content type='html'>dengan perasaan yang campur aduk dihati.&lt;br /&gt;akhirnya, terucap juga ini tiga kata sakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" alkhamdulillah, aku pulang..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112047033416647871?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112047033416647871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112047033416647871&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112047033416647871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112047033416647871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/07/akhirnya.html' title='akhirnya'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112046826469826308</id><published>2005-07-04T17:17:00.000-07:00</published><updated>2005-07-04T02:52:55.946-07:00</updated><title type='text'>demam</title><content type='html'>ibarat tubuh manusia yang belum bisa beradaptasi dengan perubahan drastis cuaca, begitu juga wajah pendidikan dasar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat, standar UAN disama ratakan 4,26 untuk semua pelajaran dan semua daerah, hasilnya pun beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang sudah punya "daya tahan tubuh" aman-aman aja.&lt;br /&gt;yang bisa "beli obat" bisa lulus di ujian ulangan.&lt;br /&gt;yang ngga punya "daya tahan" dan ngga mampu juga  "beli obat" , harus mencoba tahun depan, moga-moga " tidak lagi demam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh: sd, smp ,sma = rata-rata 43 persen "demam"&lt;br /&gt;Papua: smp= 73 persen "demam".&lt;br /&gt;Kulonprogo: sebuah sekolah  full terserang wabah "demam", tidak ada yang selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau yang demam kebanyakan, berarti ada yang salah dalam perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa salah, karena menyamaratakan standar pendidikan ( harus diakui mutu pendidikan dibanyak daerah  jauh tertinggal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa juga salah, karena standardnya ketingggian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112046826469826308?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112046826469826308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112046826469826308&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112046826469826308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112046826469826308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/07/demam.html' title='demam'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112046950220736016</id><published>2005-07-03T21:09:00.000-07:00</published><updated>2005-08-05T05:14:47.430-07:00</updated><title type='text'>dunia lain</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8:58&lt;br /&gt;angkot caheum ledeng&lt;br /&gt;sial, lupa gw gasibu hari minggu macet banget, mana ada gerak jalan di supratman lagi, telat deh..&lt;br /&gt;Pak turun dilapangan bola PPI'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9:13&lt;br /&gt;turun angkot menuju lapangan PPI'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9:17&lt;br /&gt;nyampe dilapangan PPI', nyari posisi sebelah kanan, dibawah pohon dekat gawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9:23&lt;br /&gt;sms Vetri  "rif lu dimana, ngga nyasar kan, dilapangan PPI pak..lama bener.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9:27&lt;br /&gt;masih nyantai, kaga mungkin salah gw, kmaren waktu raker gw memang maen disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9:32&lt;br /&gt;Ajun nelpon"rif, lo dimana, ngga salah lapangan kan, lapangan PPI rif"&lt;br /&gt;Arif  " ie, gue disini pak, di deket gawang sebelah kanan"&lt;br /&gt;Ajun  "kanan yang mana, kanan banyak, gw dideket jalan besar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9:39&lt;br /&gt;mulai bingung, apa gw salah ya. perasaan waktu kulker gw maen di lapangan PPI yang ini(PPI')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9:46&lt;br /&gt;jalan keluar , menuju jalan besar. lirik kanan kiri, ajun dan vetri tetap tidak terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9:55&lt;br /&gt;gw nelpon Ajun&lt;br /&gt;Arif  "lo dilapangan mana jun,PPI' kan?"&lt;br /&gt;Ajun  " ia, PPI, lapangan yang kecil kan?"&lt;br /&gt;Arif  " kecil? , gede ni jun"&lt;br /&gt;Ajun " ya dah, lo masuk ketengah lapangan deh "&lt;br /&gt;telpon putus, abis pulsa gw.&lt;br /&gt;bingung.&lt;br /&gt;gimana mau masuk, anak SSB lagi maen bola didalem.&lt;br /&gt;ketawa sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10:02&lt;br /&gt;Ajun " Rif lo di PPI supratman kan?"&lt;br /&gt;Arif " di katamso , deket supratman, lapangan bola gede PPI', gue didepan wisma graha pramuka nih"&lt;br /&gt;Ajun "ia, gw juga didepannya nih, lo dimana?"&lt;br /&gt;Arif "lah, gw juga didepannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10: 05&lt;br /&gt;lemes. menuju jalan supratman.mencari lapangan PPI' lain. mana tau ada lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10:13&lt;br /&gt;diujung simpang supratman katamso supratman ketemu vetri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngeliat kekiri ada juga namanya graha pramuka.&lt;br /&gt;ngeliat kedepan ada juga lapangan bola PPI, tapi kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sial.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketawa cengengesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10:15&lt;br /&gt;seru-seruanan bertukar "dunia" bersama Vetri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10:16&lt;br /&gt;nyusul Ajun ke workshop Asoka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10:23&lt;br /&gt;Alhamdulillah nyampe juga..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112046950220736016?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112046950220736016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112046950220736016&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112046950220736016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112046950220736016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/07/dunia-lain.html' title='dunia lain'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-112009389250554319</id><published>2005-06-29T17:59:00.000-07:00</published><updated>2005-06-29T18:44:28.756-07:00</updated><title type='text'>caringin103</title><content type='html'>rabu&lt;br /&gt;29 Juni 2005&lt;br /&gt;waktu menunjukkan pukul 14:35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jl.caringin 103&lt;br /&gt;kantor dinas sosial bandung&lt;br /&gt;sebuah ruang penuh kursi dan meja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" sangat sulit dik untuk membajakan mental hidup anak jalanan, jauh lebih rumit dari sekedar memberikan keterampilan...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu..."( At Taghaabun:16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;batas kesanggupan hamba, siapa yang tahu?&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-112009389250554319?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/112009389250554319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=112009389250554319&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112009389250554319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/112009389250554319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/06/caringin103.html' title='caringin103'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-111995966425400156</id><published>2005-06-28T19:28:00.000-07:00</published><updated>2005-06-30T19:12:05.910-07:00</updated><title type='text'>mimpi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;saya itu termasuk seorang pemimpi. suka sekali memimpikan hal yang kecil sampai besar sekali. wajar. kalau orang bodoh dan miskin sudah tidak bisa bermimpi, apa lagi yang ia miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau pak pram kenal saya dengan baik, mungkin dia akan berkata " dunia mu itu mayoritas alam pikiran". kalau kata teman-teman seperjuangan, saya itu termasuk golongan yang tidak konkrit.&lt;br /&gt;kalau dari saya, ya saya seperti ini , melankolis yang pemimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;habis bagaimana lagi, mimpi bagi saya bukan sekedar hobby. ianya laksana kebutuhan yang harus terpenuhi. doakan saja, mimpi-mimpi saya jadi kenyataan. walaupun 18 tahun menjalani kehidupan, banyak juga mimpi kandas ditengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dulu , waktu kecil, pernah mimpi jadi tentara,dengan keadaan sekarang sudah tidak mungkin lagi. la wong badan kurus kering begini. otak juga pasti terlalu bebal untuk doktrin militerisasi. apalagi saya paling benci hidup diasrama, penuh peraturan yang saya rasa kurang manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu baru satu mimpi yang mati. sebenarnya masih banyak lagi. tapi tak perlu saya berpanjang-panjang disini. toh saya tak pernah berkecil hati. karena saya yakin, Allah tidak memberi apa yang saya inginkan, Dia memberi apa yang saya butuhkan.mimpi-mimpi yang kandas ditengah jalan ini bisa jadi suatu bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan saat ini hati saya sedang gembira. karena kerja keras teman-teman saya di Sub Div MTI Membaca sudah berbuah nyata. makasih kepada Anto, Jilly, Novi dan penderma buku atas " Perpustakaan Keluarga"nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk perpus MTI dan komunitas MTI membaca pun, lagi-lagi saya punya mimpi.mimpinya kira-kira kalau di Indonesiakan seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;untuk Anto, Jilly dan Novi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;untuk para penderma buku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;untuk keluargaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;KMTI, maaf, maksud saya MTI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keluarga Mahasiswa Teknik Industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak perlu kita menjadi seperti HIMAFI jaman dulu&lt;br /&gt;yang menjadikan karya Freire sebagai bacaan wajib bermutu.&lt;br /&gt;tak perlu juga bacaan Tiben dan PSIK  dipaksa tiru&lt;br /&gt;kata-kata langit itu, mencernanya belum tentu kita mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukuplah kita jadi diri sendiri.&lt;br /&gt;Keluarga Mahasiswa Teknik Industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang coba jadikan baca sebagai budaya keluarga&lt;br /&gt;yang sadar bahwa buku adalah sarana penuntut ilmu&lt;br /&gt;yang yakin sepenuh hati, bahwa membaca adalah ibadah kepada Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukuplah kiranya keluargaku seperti itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-111995966425400156?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/111995966425400156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=111995966425400156&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/111995966425400156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/111995966425400156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/06/mimpi.html' title='mimpi'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-111976608759135885</id><published>2005-06-27T10:35:00.000-07:00</published><updated>2005-06-29T19:09:28.323-07:00</updated><title type='text'>disuatu pagi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;selepas subuh disuatu pagi&lt;br /&gt;alam dapat dikata masih begitu sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dipekarangan hijau kosku&lt;br /&gt;hanya ada sosok diri dan guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbincang ringkas tentang bangsa&lt;br /&gt;perihal manusia dan kebebasannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan akrabnya&lt;br /&gt;dengan hangatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;percakapan singkat itu bermula tanpa ku sadari. saat sinar emas mentari mencoba merasup dan memberi kehangatan diwajah bumi, tiba-tiba terdengar suara petikan gitar dan orang bernyanyi. dekat sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;hal ini membuatku menggerutu, karena mengganggu acara tidur lanjutan ku. namun lama kelamaan kudengar dengan seksama , musiknya ternyata asik juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;guna menuntaskan rasa penasaranku tentang siapa sosok penggangu itu, walau berat kutnggalkan juga kasur dan selimut kesayanganku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;begitu kagetnya diriku sehinga kata busyet keluar lancar dari mulutku. kaget karena dipekarangan kosku aku melihat sosok mu , tinggi kurus, kucel dan kumel. dengan rambut panjang yang digimbal melewati bahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;engkau sedang memetik sebuah gitar yang usang dan tua. tidak bisa tidak. pasti ini orang gila!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"pagi pak. pagi-pagi koq nyanyi? lagunya aneh lagi. tentang apa?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kau langsung berbalik badan, itu tangan kanan langsung terulur mengajak berjabatan. kita pun berkenalan. dengan Indonesia yang terbata, syair lagumu coba kau jelaskan. isinya tentang cinta dan kebebasan . &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"kebebasan, itu yang paling disukai bangsa ini pak. tapi latah. jadinya pasca reformasi, kami ngga bisa lagi bedain bebas dengan binal. mungkin efek penjajahan yang sudah ada sejak awal peradaban "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kau hanya tersenyum miris,  bertanya kenapa pendapatku yang terahir  bisa begitu sinis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;" kalau dipikir-pikir pak, negeri saya ini dijajah mulu. wong dari jaman Majapahit rakyat sudah harus membayar upeti. abis itu langsung diperawani sama portugis. beralih ke belanda, semapt dicicipi inggris, balik dikuasai belanda lagi. terahir dijajah temen sendiri,jepang"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;engkau terlihat sangat antusias dengan perkataanku, maka tanpa menunggu....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;" bahkan pak, setelah merdeka tahun 45, rakyat masih ditindas dan dikekang oleh rezim orde lama dan baru. bahkan hukum pun jadi media para penguasa dan pengusaha untuk mengukuhkan kedudukannya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kau pun akhirnya mengeluarkan pendapat. penjajahan tidak hanya yang eksplisit dan terlihat . paling parah justru penjajahan mental yang tak tersurat, belum tentu tersirat . budaya, pendidikan, ekonomi dan informasi, semuanya berkiblat kebarat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mental anak seumuranku kau adalah mental MTv dan mental buruh. kami tidak tau lagi arti perjuangan, produktivitas, tanggung jawab bahkan harga diri. pola hidup konsumtif dan berpoya. cara belajar adalah belajar untuk bekerja, bukan belajar untuk hidup. apalagi hidup untuk belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"benar juga pak. kalau kata Rasul saya, Muhammad SAW, perang terbesar dalam hidup manusia adalah perang membebaskan diri dari jajahan hawa nafsu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mengenai hal ini kau mengangguk setuju. yag tersulit dalam hidup ,katamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau pun melanjutkan. bangsamu, bangsaku sampai saat ini masih terjajah oleh kemiskinan dan kebodohan.negara dunia ketiga harus bahu membahu menuntaskannya.harus seperti mahatma gandhi yang percaya kemampuan bangsa sendiri. tak perlu mengaharap bantuan, karena bantuan aliasnya hutang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;aku pun terdiam, mataku menerawang jauh. coba memikirkan nasib bangsa kebanggaanku .kita berdua sama-sama membisu. namun kesunyian itu lantas pecah oleh suara batukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa disangka kau langsung berpamitan. masih harus menuntaskan perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan tampaknya kau sangat tergesa. tanpa banyak berkata kau pun melangkah kejalan raya, sambil memetik itu gitar tua, menyanyi dengan sendunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Emancipate yourslave for mental slavery&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;none but ourselves can free our minds&lt;/span&gt;...."&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-111976608759135885?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/111976608759135885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=111976608759135885&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/111976608759135885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/111976608759135885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/06/disuatu-pagi.html' title='disuatu pagi'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-111971173398601685</id><published>2005-06-25T22:20:00.000-07:00</published><updated>2005-06-25T23:50:06.003-07:00</updated><title type='text'>berpikir positif...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tadi sore dikampus, ngerjain tugas logprog karena dapet nilai T dibantuin mona ( atau gw yang bantuin dia ya?hehehehe).beribu terimakasih buat mona yang telah membantu saya yang belum tahu diri ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tapi bukan itu inti tulisan nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ceritanya , setelah ngerjain tugas yang ampe tulisan ini ditulis belom kelar-kelar juga ( bahasa Indonesia yang baiknya "rampung"), saya iseng baca kompas sambil tiduran di kasur himpunan. di salah satu artikel kompas , ada tulisan " situs berpikir positif dibuka".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;wah unik juga nih...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ternyata dibandung sudah ada sekolah berpikir positif, namanya Bandung School of Positif Thinking . dan sekarang pendiri sekolah ini meluncurkan situs dengan tujuan agar masyarakat saling berfikir positif dan tidak saling menyalahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;imaginasi sayalangsung terbang kemana-mana. membayangkan indonesia yang adem ayem, tepo seliro, anteng dan damai, rukun dan sejahtera,tanpa tekanan, tanpa penindasan....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;semoga tercapai tujuan mulianya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Amien..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;eh..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tapi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tunngu dulu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kalo keadaan rakyatnya masih seperti sekarang ,banyak pihak yang dirugikan dan patut dikasihani donk...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kasian kan Pemerintah  kalo korupsi dan lalai melayani ,rakyatnya  ngga perduli...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kasian kalipun wakil rakyat  kalo ngga amanah, ngga ada yang ngingatin lagi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kasian pula pejabat yang korupsi, kena kasus, langsung sakit, tapi dah ngga ada yang nanya dan jenguk lagi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kasian mahasiswa juga, kalo nyontek dan titip absen, dosennya dah nggak mau ambil pusing sama sekali..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;trus jalan tobat buat beliau-beliau datangnya dari mana ???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;jadi pikiran positif itu harus..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;namun pesan bang napi jangan juga dilupakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;waspadalah....waspadalah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-111971173398601685?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/111971173398601685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=111971173398601685&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/111971173398601685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/111971173398601685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/06/berpikir-positif.html' title='berpikir positif...'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-111967470847832690</id><published>2005-06-25T11:54:00.000-07:00</published><updated>2005-06-30T20:11:08.283-07:00</updated><title type='text'>pendusta agama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ada satu surah di Al Quran yang selalu jadi favorit saya, selalu ada keharuan dan rasa takut yang datang bersamaan ketika membaca/mendengar surah ini ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Itulah orang yang menghardik anak yatim, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(Q.S Alma'un: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tadi pagi selepas subuh saya mendengar surah ini , ingatan saya terusik momen yang indah waktu PPAB, saat saya berdiskusi singkat dengan saudara-saudara saya, tiga orang tepatnya, yang ( entah beruntung atau sengsara ) sudah bisa mencukupi dirinya sendiri sebagai pengamen di simpang ... - maaf saya lupa namanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;saya katakan entah beruntung atau sengsara, jujur, selama ini paradigma berfikir khalayak ramai pun saya sendiri perihal kesejahteraan menyempit jadi kemakmuran . orang merendahkan kaum miskin materi. selalu menganggap mereka kaum terbuang, harus ditutup-tutupin atau malah disingkirkan( seperti yang sering dilakukan oleh aparat keamanan yang mengadakan sweeping jalan yang dilalui para pejabat ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;padahal saya yakin dari segi pengalaman hidup,rohani, dan keteguhan hati ,mereka malah jauh lebih hebat dari saya. dan menjadi selalu jadi momen yang membahagakan saat bisa belajar dan berada dekat dengan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; saudara - saudara saya yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengerti arti hidup dan tahu bagaimana untuk memperjuangkannya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kembali ke jalan ( cerita) yang benar, setelah berdiskusi dengan pengamen disimpang tanda tanya itu ( kelompok lain dengan pengemis, dengan tukang delman, dengan pak ogah, dll), kami ,satu angkatan, kelompok satu sampai sepuluh ,bersama merumuskan solusi untuk mereka, mulai dari yang paling nyeleneh sampai paling ideal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;namun, samapi saat ini saya belum tahu setelah solusi terumuskan, tindak lanjut dari kami, apa?. solusi2 yang bagus itu dibawa kemana?.sepertinya solusi-solusi itu hanya digunakan sebagai syarat untuk masuk &lt;span style="font-size:85%;"&gt;MTI. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;n&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ampaknya sang otak telah berbohong kepada nurani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;font&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; karena kenyataannya, bekas-bekas empati itu sangat sedikit yang merasuk di diri saya sendiri ( atau juga teman2 saya ya?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;aneh, malah pernah dulu saya dengan seorang teman, yang karena berhasil merumuskan solusi ideal, jadi bingung untuk membagi sedikit hak orang-orang miskin dan anak yatim. kami takut bila membagi recehan ,pengemis-pengemis itu malah manja,kesenangan dan tidak mau berusaha mengubah hidup (walau ada benarnya disatu sisi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan dalam diskusi dengan teman ini, pernah terbersit pikiran bahwa kewajiban kita adalah merumuskan solusi,itu saja. kan solusinya bisa diaplikasikan waktu sudah lulus,waktu sudah kerja,waktu sudah kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau ...lulus?&lt;br /&gt;kalau ...kerja?&lt;br /&gt;kalau ...kaya?&lt;br /&gt;kalau ...tidak lupa?&lt;br /&gt;kalau ...kalaunya dipenuhi semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pendustalah saya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-111967470847832690?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/111967470847832690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=111967470847832690&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/111967470847832690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/111967470847832690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/06/pendusta-agama.html' title='pendusta agama'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-111961613471379612</id><published>2005-06-24T07:58:00.000-07:00</published><updated>2005-06-28T05:25:54.583-07:00</updated><title type='text'>ironisnya saya, sayanya ironis....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"kamu terpelajar, harus adil, adil sudah sejak dialam pikiran,apalagi dalam perbuatan "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mengakhiri tahun ajaran lama, menjelang tahun ajaran baru ( bisa juga dikatakan saya sedang liburan), teringat sebuah pernyataan Jean Marais kepada karibnya Minke, seorang pribumi terpelajar. lalu saya coba mengganti sosok minke dengan sosok saya sendiri.jika ada karib saya yang berkata dan bertanya seperti Jean Marais, kira-kira saya menjawab apa ya(?)..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadi sudah adilkah kamu arif?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(kalau dari arti nama  , seharusnya sudah, tapi kenyataannya belom sama sekali)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;saya sebagai terpelajar, sebagai mahasiswa masih memiliki distorsi antara " think globality" dengan " act locality", dan distorsi sudah sebegitu parahnya .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sebagai contoh ketika saya sibuk menghujat (walau dalam hati) kasus longsor TPA Leuwi Gajah yang merembet jadi kasus sampah menumpuk di Bandung . ternyata pada kenyataannya saya belum bisa untuk mengkoreksi diri pribadi dahulu . hal ini tercitra lewat tindakan saya yang masih lalai  terhadap kebersihan di lingkungan sendiri seperti membuang sampah pada tempatnya, mengembalikan inventaris dan alat makan setelah menggunakannya ( terutama di MTI), malas bersih-bersih di kos dan MTI ketika dirasa sudah tidak nyaman lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;contoh lain adalah mengenai korupsinya saya. saya sebagai mahasiswa selama ini selalu berpendapat dan berkoar bahwa korupsi harus diberantas dari bumi pertiwi, dan itu harga mati! . tapi lihat kenyataanya di kampus rakyat ini ( rakyat yang mana ya?), saya belajar untuk menjadi koruptor amatir. lewat aksi titip absen di 9104, aksi mencontek di TVSTC, dan aksi copy paste laporan di KMTI eh maap MTI. untungnya saya belom menjadi aktivis yang dalam aksinya di depan gedung sate berorasi " Gantung Koruptor", tetapi jari,jari penggenggam toa itu tak lama kemudian beralih fungsi menjadi pengetik sms, begini bunyinya " coy, gw lagi di Sate nih, kalkulus gw dah abis jatah bolosnya,idup mati gw ada diujung puplen lo, tolong ya bro! btw jangan lupa doanya, biar demo gw sukses.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan kasus berikutnya sudah jamak ditemukan di himpunan saya sendiri. tentang kaderisasi (PPAB). di PPAB ini, saya sebagai panitia selalu menekankan tentang kerjasama, kesigapan,disiplin,kebersamaan,dan segala macam nilai ideal. tapi kenyataan pada diri ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;masih suka telat briefing,rapat dan bahkan saat acara lapangan PPAB.parahnya keterlambatan ini hanya karena kelalaian dan kemalasan, bukan karena alasan rasional, apalagi kebenarah ilmiah(naon?).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan seperti kata orang indonesia, untungnya...! .nah, untungnya saya belom masuk fase swasta yang dalam mengevaluasi masih banyak kecacatannya karena cenderung hanya membentuk opini bahwa panitia salah , tanpa terlebih dahulu mengevaluasi diri sendiri dan mengevaluasi keberhasilan panitia. bahkan kadang effortnya dievaluasi lebih gedhe(pake h) daripada effortnya di saat membimbing dan membantu panitia. semoga nantinya saya tidak termasuk golongan seerti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;masih pantaskah saya sebagai terpelajar, sebagai mahasiswa dikatakan memiliki idealisme yang sahih, memiliki nilai- nilai keadilan dalam pikiran, sikap dan perbuatan. kalau nyatanya tindakan saya masih seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sepertinya kata "pantas" hanya bisa di berikan untuk segelintir orang di kampus ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-111961613471379612?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/111961613471379612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=111961613471379612&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/111961613471379612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/111961613471379612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/06/ironisnya-saya-sayanya-ironis.html' title='ironisnya saya, sayanya ironis....'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13921241.post-111961195575391437</id><published>2005-06-24T07:04:00.000-07:00</published><updated>2005-06-28T07:26:31.073-07:00</updated><title type='text'>1st</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tulisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;narsisme?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;komunikasi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;eksistensi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rekaman peristiwa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;romantisme masa lalu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;guratan ide?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;?!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; bisa salah satunya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; bisa salah duanya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; bisa salah tiganya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; atau malah salah semuanya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; tidak perduli..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; hanya ingin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; menggali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; memaknai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; dan belajar untuk mengerti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; kehidupanku yang singkat ini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;maka izinkanlah kiranya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13921241-111961195575391437?l=yangrahmandanarif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/feeds/111961195575391437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13921241&amp;postID=111961195575391437&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/111961195575391437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13921241/posts/default/111961195575391437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangrahmandanarif.blogspot.com/2005/06/1st.html' title='1st'/><author><name>arif rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06906102331211950072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
